Pendidikan

Vaksin Jadi Syarat Murid PTM


PROBOLINGGO – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo berencana mulai menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada September mendatang. Namun, murid yang usianya 12 tahun lebih, harus sudah divaksin sebagai syarat untuk mengikuti PTM KBM.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi melalui Sekretaris Edi Karyawan mengatakan, keputusan tersebut bertujuan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Terlebih saat ini di Kabupaten Probolinggo capaian vaksinasi bagi kalangan remaja masih rendah.

“Jadi murid yang masuk ke sekolah itu bisa merasa lebih aman, karena teman-teman di lingkungan sekolahnya sudah vaksin semua,” katanya, Rabu (25/8).

Sementara, bagi siswa yang tidak mengikuti vaksin atau tidak mendapatkan izin dari orang tuanya untuk mengikuti PTM, fasilitas KBM masih tetap akan diberikan. Caranya, siswa tersebut masih bisa mengikuti KBM secara daring.

“Seumpama alasannya tidak diizinkan orang tuanya untuk vaksin, silakan saja tidak apa-apa. Cuma, sekolahnya tetap daring, tidak boleh PTM,” ujarnya.

Selain siswa, para guru yang akan memberikan materi-materi pelajaran secara PTM juga sudah harus divaksin. Sehingga, program vaksinasi di dunia pendidikan bisa berjalan secara maksimal dan mendukung program pemerintah untuk menjadikan Kabupaten Probolinggo sebagai daerah yang masuk kategori herd immunity.

“Jadi tidak hanya muridnya, tenaga pendidiknya juga harus sudah divaksin,” terangnya.

Edi juga menjelaskan, saat ini pihaknya masih dalam tahap proses pembuatan nota dinas yang akan diajukan ke Bupati Probolinggo untuk meminta persetujuan dimulainya uji coba PTM

“Nanti di setiap kecamatan uji cobanya hanya ada 1 lembaga sekolah yang buka. Kalau ini sukses, tentu akan ada tindak lanjut. Namun, dengan catatan, sekolahnya harus berada di zona kuning atau hijau,” terangnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel