Pembangunan

Merespons Video Viral Jalan Rusak, Pemkab Probolinggo Siapkan Rp 55 M


PROBOLINGGO – Viralnya video jalan rusak di wilayah Kabupaten Probolinggo akhir-akhir ini direspons Pemkab Probolinggo. Pemkab menyatakan telah menyiapkan anggaran tak kurang dari Rp 55 miliar untuk perbaikan jalan tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan Sekda Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto. Menurutnya, Pemkab Probolinggo tidak tinggal diam atau abai akan kondisi jalannya yang rusak. Namun demikian, diakuinya ada keterbatasan anggaran daerah untuk bisa merehabilitasi seluruh akses jalan kabupaten Probolinggo yang mengalami kerusakan.

“Dalam beberapa tahun ke depan, kami sudah membuat grand design untuk memperbaiki akses jalan yang rusak melalui program jalan mantap. Namun demikian, memang ada keterbatasan anggaran yang kita miliki. Sehingga solusinya perbaikan jalan akan dilakukan secara bertahap,” terang Sekda Ugas, Senin (1/5/2023).

Menurutnya, Pemkab Probolinggo telah mengalokasikan anggaran tak kurang dari Rp 55 miliar untuk program jalan mantap tahun ini. Nilai itu diakuinya masih sangat jauh dari cukup untuk membenahi seluruh akses jalan kabupaten Probolinggo yang 23 persen diantaranya masuk kategori rusak.

“Total ruas jalan kabupaten kita adalah sepanjang sekitar 785 Kilometer. Dimana 23 persen diantaranya atau sekitar 180 kilometer diantaranya masuk kategori rusak atau kurang layak,” sebutnya.

Dijelaskan Ugas, butuh anggaran setidaknya Rp 480 miliar untuk bisa membenahi seluruh akses jalan yang rusak saat ini. Angka tersebut terbilang sangat besar dan tidak dapat sepenuhnya dialokasikan hanya untuk perbaikan jalan. Sebab, anggaran yang ada juga harus dibagi dengan pos anggaran layanan lainnya, semisal untuk kesehatan dll.

“Kami terus mencoba untuk berhemat dan mengurangi anggaran kegiatan yang tidak penting. Semisal rapat-rapat di luar kota itu sudah kita hapuskan. Dari sekian banyak kegiatan yang kami hapus, anggarannya kami alihkan untuk konsentrasi membenahi akses jalan dalam beberapa tahun kedepan,” ujarnya.

Sekda Ugas kemudian merinci alukasi anggaran Rp 55 miliar itu. Rinciannya, Rp 33 miliar akan dipakai untuk rehabilitasi total akses jalan di ruas Manggisan – Krucil senilai Rp 12 miliar; ruas jalan Klaseman – Maron senilai Rp 12 miliar; dan Paras – Klenang Kidul senilai Rp 7 miliar. “Anggaran lainnya senilai Rp 20 miliar untuk rehabilitasi sejumlah akses jalan diwilayah lain. Ada juga Rp 2 miliar untuk pemeliharaan jalan,” sebutnya.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo Hengki Cahyo Saputra menyampaikan, perbaikan jalan yang dilakukan pada tahun ini melalui skema skala prioritas. Pertimbangan lalu lintas harian (LHR) menjadi penentunya.

“Tingkat LHR di ruas jalan Tegalsiwalan – Banyuanyar dan Manggisan – Krucil cukup tinggi sehingga kami prioritaskan untuk dibenahi tahun ini. Untuk ruas jalan di Kotaanyar masih dalam pembahasan kami, namun yang jelas juga akan kami benahi tahun ini,” katanya.

Dalam prosesnya, Hengki menyebut jika pihaknya tak ingin gegabah dalam menunjuk rekanan yang menjadi pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi jalan itu. Karena berkaca pada pengalaman sebelumnya banyak rekanan yang bekerja tak profesional dan harus diputus kontrak ditengah jalan.

“Kami sangat selektif untuk memilih pemenang tender proyek jalan kami. Karena kami ingin kualitas jalan yang dibangun oleh uang rakyat itu bisa bertahan lama dan terjaga kualitasnya,” pungkasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel