Pembangunan

Bangun Palang Pintu KA, Wabup Timbul Terima Penghargaan dari Pangdam V Brawijaya


SURABAYA – Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko menerima penghargaan dari Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf. Penghargaan tersebut diberikan karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo telah peduli terhadap keselamatan rakyatnya, terutama dalam pembangunan palang pintu pada perlintasan sebidang kereta api.

Penghargaan ini diserahkan dalam kegiatan silaturahim dan komitmen bersama Forkopimda Jawa Timur dan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur dalam rangka stabilitas keamanan di Jawa Timur pada Selasa (11/4/2023) di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo Taufik Alami mengatakan inilah penghargaan dari Forkopimda Jawa Timur atas kepedulian Wakil Bupati Probolinggo dalam ikhtiarnya mengoptimalkan keselamatan transportasi di perlintasan sebidang.

“Upaya ini diawali pada tahun 2021 dengan membangun satu pos perlintasan kereta api di Desa Kerpangan Kecamatan Leces. Sebenarnya kita menganggarkan 3 pada tahun 2021, namun kenyataannya perijinannya baru selesai bulan Maret 2022. Akhirnya kita kena refocusing sehingga tinggal satu,” katanya.

Taufik menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dishub mendapatkan penghargaan Railways Safety Award di Padang dari Kementerian Perhubungan RI.

“Kita dianggap serius untuk transportasi keselamatan masyarakat di perlintasan sebidang. Selain pembangunan pos, kami juga memasang rambu-rambu. Namun karena cukup banyak sehingga tidak semua tercover. Rambu-rambunya itu termasuk rambu-rambu perlintasan kereta api dan harap berhenti,” jelasnya.

Menurut Taufik, tahun ini Dishub menganggarkan satu lagi yang akan dilakukan pada bulan Nopember 2023. “Selain itu juga memasang banner jadwal kereta api melintas di beberapa titik di perlintasan kereta api,” terangnya.

Taufik menjelaskan Kabupaten Probolinggo memiliki 47 titik persimpangan perlintasan kereta api. Hal ini memang cukup berat karena Kabupaten Probolinggo sebagai daerah transit dan daerah persimpangan.

“Kita upayakan terus walaupun keterbatasan anggaran. Untuk itu saya betul-betul mengharapkan kerjasama tidak hanya di Dishub saja tetapi semua stakeholder mulai dari pemerintah desa hingga kecamatan yang memiliki perlintasan kereta api untuk ikut berpartisipasi,” tegasnya.

Selain itu terang Taufik, diperlukan kesadaran dari masyarakat. Sebab angka kecelakaan cukup tinggi dan banyak yang meninggal karena tidak mematuhi rambu-rambu.

“Mari kita bersama-sama mengurangi angka kecelakaan di perlintasan sebidang dengan cara mematuhi rambu-rambu.Kita tetap akan berusaha memasang rambu-rambu di semua perlintasan dan tetap berupaya berikhtiar melalui penganggaran tahun ini dan tahun depan,” pungkasnya. (tm/ra)


Bagikan Artikel