Pembangunan

Jadi Biang Banjir Dringu, Sungai Kedunggaleng Dinormalisasi


PROBOLINGGO – Biang banjir di wilayah kecamatan Dringu kabupaten Probolinggo, yakni sungai Kedunggaleng dinormalisasi oleh Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur. Kegiatan pengerukan sedimen lumpur di dasar sungai itu bahkan ditinjau langsung oleh Wakil Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko pada Senin (10/4).

Dalam peninjauannya tersebut, Wabup Timbul menyaksikan langsung jalannya proses pengerukan material lumpur dan tanah yang ada didasar sungai Kedunggaleng itu. Tepatnya diarea tepian sungai Kedunggaleng yang berada sekitar 3 Kilometer dari muara sungai terbesar di kecamatan Dringu itu.

“Kegiatan normalisasi sungai Kedunggaleng ini menjadi penting karena wilayah kecamatan Dringu ini merupakan daerah langganan banjir. Sehingga kami terus mendesak kepada Pemprov agar dilakukan normalisasi ini, dan akhirnya bisa terealisasi,” ujar Wabup Timbul, Selasa (11/4).
Disebutkannya jika kegiatan normalisasi sungai Kedunggaleng itu, merupakan bentuk komitmen dan keseriusan Pemerintah untuk meminimalisir potensi bencana alam. Utamanya banjir yang telah beberapa kali menerjang 3 Desa di kecamatan Dringu, yakni; Tegalrejo, Kedungdalen, dan Dringu.

“Mudah-mudahan dengan adanya normalisasi sungai Kedunggaleng ini. Debit air yang mampu ditampung oleh sungai ini menjadi lebih banyak dan tak sampai meluap seperti yang sudah-sudah di tiga desa itu,” sebutnya.

Wabup Timbul juga mengingatkan kepada masyarakat yang utamanya tinggal disepanjang aliran sungai Kedunggaleng. Agar turut menjaga kebersihan sungai, dengan meninggalkan kebiasaan membuang sampah ke sungai.

“Sampah yang ada di sungai ini luar biasa banyaknya. Bagaiamana tidak banjir kalau sampahnya terus menumpuk seperti itu. Kebiasaan membuang sampah di sungai harus ditinggalkan. Agar sungai ini tidak lagi meluap dan jadi biang banjir,” ujarnya.

Selain di sungai Kedunggaleng, Wabup Timbul juga menyampaikan jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui DPUPR. Dalam waktu dekat ini direncanakan juga akan melakukan normalisasi di sejumlah sungai yang rawan banjir.

“Termasuk rencana nanti masih ditataran diskusi adalah normalisasi sungai di Gang Sampo Desa Bayeman Kecamatan Tongas. Disana dibutuhkan adanya sodetan untuk mengurangi debit air sungai yang kerap meluap hingga ke pemukiman warga. Kita tunggu saja saja perkembangannya selanjutnya,” pungkasnya. (tm)


Bagikan Artikel