Pembangunan

80 Rumah Rusak Akan Direhab


KRAKSAAN – Bencana alam yang melanda Kabupaten Probolinggo menyisakan banyak kerusakan. Ada sekitar 80 rumah mengalami kerusakan. Dalam waktu dekat pemerintah akan melakukan rehab pada rumah-rumah tersebut.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Probolinggo R. Oemar Sjarief menyampaikan, pihaknya masih dalam proses melakukan pendataan atas tingkat kerugian yang dialami warga tersebut.

Berdasarkan data sementara, rumah rusak akibat bencana alam terdapat 80 rumah, dari rusak ringan hingga rusak berat. Rinciannya, 73 rumah di Kecamatan Besuk, 6 unit di Kecamatan Pakuniran, dan satu rumah di Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan.

Seluruh rumah itu rusak oleh terjangan puting beliung yang melanda sejak hari Jumat (14/1) lalu. Hingga kini pendataan terus dilakukan, lantara bencana alam datang bertubi-tubi di berbagai wilayah.

“Kami masih proses pendataan untuk mengakumulasi tingkat kerugian dan kerusakan masing-masing rumah,” paparnya, Kamis (19/1).

Ia menyampaikan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan rehab rumah tersebut. Namun sebelum itu, pihaknya akan lebih dulu melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak. Agar perbaikan itu dapat segera dilakukan.

Pihaknya belum bisa memastikan, dana apa yang akan digelontorkan untuk perbaikan tersebut. Sementara ini, program yang tersedia berupa Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Pasca Bencana, dan Dana Tidak Terduga (TT).

“Itu yang dari pemerintah. Tapi belum pasti, menyesuaikan anggaran. Kami juga perlu koordinasi dengan pihak lainnya,” paparnya.

Oemar mengatakan, dengan koordinasi lintas sektor itu bisa membuhkan hasil yang maksimal. Serta dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

“Kami masih proses pendataan saat ini. Pembangunanya juga akan kami koordinasikan. Misal dengan koordinasi itu, pihak seperti TNI-POLRI berkenan juga untuk ikut membantu,” ujarnya.  Diberitakan sebelumnya, bencana alam melanda Kabupaten Probolinggo sejak Jumat (14/1). Akibat bencana itu, puluhan rumah warga alami kerusakan. Bahkan seorang warga meregang nyawa lantaran terbawa banjir bandang. (yek/iwy)


Bagikan Artikel