Pembangunan

Jembatan Sapikerep Dibiarkan Rusak


SUKAPURA – Salah satu jembatan di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura yang baru difungsikan 3 bulan lalu, putus. Ini terjadi lantaran pondasinya ambrol pada pertengahan November lalu. Hingga kini, kondisi jembatan yang terletak di RT 12 – RW 02 itu masih dibiarkan rusak dan tak bisa dilintasi.

Ketua RT 12 – RW 02 Desa Sapikerep Dahlan mengungkapkan jika jembatan itu. Putus setelah pondasi jembatan ambruk akibat longsor pada 16 November lalu. Longsor itu terjadi setelah hujan deras turun mengguyur selama dua hari berturut-turut di Sapikerep. “Pondasinya longsor, sehingga sebagian badan jembatannya mengalami ambrol pada salah satu sisinya,” ungkapnya, Rabu (22/12) kemarin.

Dahlan menduga, pembangunan fondasi jembatan memang dari awal sudah tidak kuat. Akibatnya, pondasi jembatan tergerus lalu longsor saat diguyur hujan deras selama dua hari. “Terlebih pondasi jembatan hanya ada di satu sisi saja, yakni sisi timur saja. Sedangkan di sisi barat tidak ada pondasinya,” ujarnya.

Disebutkan bahwa jembatan tersebut informasinya dibangun oleh BPBD Kabupaten Probolinggo dan baru difungsikan pada Agustus 2021 lalu. Lantaran tak bisa lintasi, akhirnya warga memilih untuk menggunakan jembatan darurat yang terbit dari bambu yang letaknya tak jauh dari jembatan yang ambrol itu.

“Warga terpaksa lewat jembatan darurat itu. Namun sebenarnya kondisi jembatan darurat itu. Sudah tidak layak lagi dan membahayakan keselamatan warga karena miring kesalah satu sisi. Karena sekat diantara kedua jembatan itu juga putus,” sebut Dahlan.

Mantan Kades Sapikerep Suwandi mengatakan, sesaat setelah jembatan itu diketahui rusak. Sebenarnya pihak desa bersama warga telah berupaya untuk memperbaikinya. Yakni dengan cara bekerja bhakti untuk kembali memulihkan kondisi jembatan itu. Pasalnya ada sekitar 58 Kepala Keluarga (KK) di RT 15 dan RT 16 yang terisolir akibat putusnya jembatan itu.

“Sekarang warga masih bisa manfaatkan jembatan darurat dari bambu. Tapi, hanya bisa dilewati pejalan kaki dan motor. Kalau kendaraan roda empat, tidak bisa. Padahal, usaha tani butuh kendaraan untuk melewati jembatan itu,” katanya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik di BPBD Kabupaten Probolinggo Sugeng Suprisayoga menyampaikan, pihaknya sudah mengetahui terkait informasi putusnya jembatan di desa Sapikerep tersebut. Namun, pihaknya tidak bisa memastikan terkait dengan rencana perbaikan atas jembatan itu. Lantaran belum jelasnya ketersediaan anggaran untuk proses perbaikan jembatan itu. “Iya, tapi kami tidak tahu apakah bisa memperbaikinya atau tidak. Karena berkaitan dengan anggaran yang ada,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Rahmad Waluyo membantah dengan tegas jika pembangunan jembatan itu dilakukan oleh pihaknya. Pasalnya sepengetahuan Rahmad jika jembatan itu dibangun oleh pihak desa. “Bukan BPBD itu. Tahun 2021 tidak ada pembangunan jembatan di Sapikerep,” tegasnya.

Namun, Camat Sukapura Rochmad Widiarto menyebut, jembatan yang putus itu memang dibangun oleh BPBD Kabupaten Probolinggo. Pasalnya pemerintah Desa Sapikerep yang awalnya berencana membangun jembatan itu, masih melakukan refocusing anggaran sehingga pembangunannya tertunda. Namun pada tahun 2021 ternyata BPBD melakukan pembangunan jembatan itu “Desa hanya mengalokasikan pada pemeliharaan dan pembangunan pagar di jembatan itu. Namun sayangnya jembatan itu ternyata ambrol karena pondasinya tidak kuat,” ujarnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel