Pembangunan

Miniatur Kakbah Terancam Terbengkalai


PROBOLINGGO – Kelestarian obyek wisata miniatur Kakbah di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo terancam. Pasalnya Pemkab Probolinggo tak lagi mengalokasikan anggaran perawatan untuk obyek wisata religi tersebut pada tahun 2022.

Hal tersebut semakin memperburuk keadaan miniatur Kakbah yang pada tahun 2020 dan 2021 tak dimanfaatkan untuk kegiatan manasik haji. Hal itu karena pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk meniadakan ibadah haji karena pandemi Covid-19.

Dari pantauan Koran Pantura, kondisi kawasan miniatur Kakbah saat ini cukup memprihatinkan. Di sekitar obyek wisata religi yang diresmikan pada tahun 2012 itu tampak banyak gundukan rumput yang tumbuh tinggi. Bahkan di dalam toilet dan musholla di dalam area tersebut seperti sudah lama tidak dimanfaatkan. Banyak dedaunan kering bertebaran di mana-mana. Kondisi tersebut menguatkan bahwa objek wisata tersebut sudah lama tak dikunjungi pengunjung.

Kepala Seksi Destinasi Wisata pada Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Musa, membenarkan bahwa anggaran perawatan obyek wisata miniatur Kakbah ditiadakan tahun depan. Menurutnya, hal itu dilakukan lantaran keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh Pemkab Probolinggo.

“Tahun depan tidak ada anggaran perawatan untuk obyek wisata miniatur Kakbah. Karena memang bukan termasuk program prioritas ditengah keterbatasan anggaran yang ada di Disporaparbud Kabupaten Probolinggo,” ujarnya, Senin (20/12).

Ia menerangkan, dengan tidak adanya anggaran perawatan dimaksud, kebersihan obyek wisata tersebut hanya akan mengandalkan tenaga kebersihan. “Hanya ada anggaran kebersihan saja. Tidak ada anggaran untuk perawatan karena kondisinya menurut kami masih layak,” kata Musa.

Selama 2019 dan 2020, obyek wisata tersebut hanya dijadikan sebagai tempat atau wahana belajar oleh murid sekolah. “Bukan tidak dikunjungi sama sekali. Tapi hanya dijadikan sebagai sarana belajar bagi para murid sekolah yang kebetulan melakukan praktik manasik haji,” sebutnya.

Musa mengungkapkan, tiap tahun Disporaparbud Kabupaten Probolinggo selalu menganggarkan perawatan untuk objek wisata miniatur Kakbah dengan nilai sekitar Rp 70 juta. Namun adanya realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 membuat Disporaparbud tidak memasukkan perawatan objek wisata tersebut dalam prioritas. Sejalan dengan itu, belum ada kejelasan kebijakan seputar ibadah haji dari Pemerintah Arab Saudi.

“Prioritas kami tahun depan yakni membenahi obyek wisata pantai Bentar. Sedangkan untuk obyek wisata miniatur Kakbah kami pending dulu pengembangan dan perawatannya,” terang Musa. (tm/eem)


Bagikan Artikel