Pembangunan

3.762 Warga Masih Miskin Ekstrem


PROBOLINGGO – Pemkab Probolinggo mencatat, terdapat sebanyak 3.762 warganya yang masuk kategori miskin ekstrem. Ribuan warga miskin itu tersebar di 25 desa di 5 kecamatan yang dijadikan pilotting project program penanganan kemiskinan ekstrem di kabupaten Probolinggo.

Pada awalnya, data yang dicatat oleh Pemkab Probolinggo terdapat sebanyak 3.962 warga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem. Namun setelah dilakukan proses verifikasi, ternyata terdapat sebanyak 200 warga yang telah meninggal dan mampu secara ekonomi. Sehingga jumlah kemiskinan ekstrem di kabupaten Probolinggo turun menjadi 3.762 warga saja di 25 desa yang dijadikan pilit project.

Plt Bupati Probolinggo HA Timbul Prihanjoko mengatakan, program pengentasan kemiskinan ekstrem telah dimulai dengan dengan melakukan verifikasi di 25 desa pilotting project pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Agar program ini tepat sasaran maka kami terlebih dahulu melakukan proses verifikasi. Hasilnya ternyata ada 200 warga yang tidak layak disebut miskin ekstrem karena telah meninggal dan atau mampu secara ekonomi,” ujarnya, Rabu (8/12).

Ia mengaku masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat seperti apa penanganan berikutnya. Tetapi, dipastikan apa yang bisa dilakukan pemkab telah dilakukan. Seperti, mereka sudah masuk daftar penerima Program Keluraga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Selain itu, sebagian dari mereka mendapatkan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). “Apa yang bisa kami lakukan, langsung kami lakukan. Seperti rehab rumah. Kami masukkan program RTLH tahun ini,” katanya.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan dan Permukiman (Dinas Perkim) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarif mengatakan, tahun ini sekitar 425 unit RLTH di Kabupaten Probolinggo masuk program rehabilitasi. Dari angka itu, ada 210 rumah warga yang pemiliknya masuk kategori miskin ekstrem. “Program RTLH terus dilakukan dan diberikan pada warga tidak mampu,” katanya.

Diketahui, Kabupaten Probolinggo masuk lima daerah di Jawa Timur yang menjadi pilot project penanganan kemiskinan ekstrem tahun 2022. Berdasarkan data Pemprov Jawa Timur, ada sekitar 114 ribu warga masuk kategori penduduk miskin ekstrem. “Karena angka di data itu sangat besar. Makanya kita adakan proses verifikasi itu. Karena nantinya akan berdampak pada penentuan lokus prioritas penanganan kemiskinan ekstrem kedepannya,” Pungkasnya.

Sebagai informasi, angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo mencapai sekitar 18 persen. Di Jawa Timur, Kabupaten Probolinggo masuk urutan ke-35 atau urutan ke-4 daerah terbanyak angka kasus kemiskinannya.(tm/iwy)


Bagikan Artikel