Pembangunan

Kesal, Warga Tanami Lubang Jalan


PROBOLINGGO – Sebagai bentuk kekesalan kepada pemerintah, karena membiarkan kondisi jalan rayanya rusak, warga Dusun Lajuk, Desa Ngepoh, Kecamatan Dringu, kemarin (29/11) siang menggelar aksi. Warga menanam padi, pisang, bahkan beraksi memancing ikan di lubang jalan yang menganga.

Aksi yang dilakukan oleh puluhan warga desa tersebut merupakan akumulasi kekecewaannya lantaran kondisi jalan raya kabupaten yang melintasi desanya tengah rusak parah. Kerusakan jalan tersebut diduga terjadi lantaran akses jalan raya itu telah dijadikan sebagai jalur alternative kendaraan selama dilakukan perbaikan jembatan Kedungasem di Kota Probolinggo.

Kusyono (37), salah seorang warga yang ikut aksi tanam padi dan mancing ikan di kubangan jalan, mengaku terpaksa turun ke jalan dan melakukan aksi tersebut. Sebab,  kondisi jalan raya yang biasa dilintasinya tiap hari sudah rusak parah dan tak kunjung ada perbaikan. Terlebih diawal musim penghujan ini, jalan yang berlubang berubah menjadi kubangan air yang membahayakan keselamatan pengendara.

“Semenjak ada perbaikan jembatan Kedungasem, jalan raya ini kerap dilewati oleh kendaraan berat seperti truk pengangkut tebu dan lainnya. Makanya jadi rusak seperti ini. Kami berharap pada pemerintah daerah agar jalan ini segera diperbaiki,” ujarnya kemarin.

Disebutkan bahwa akibat jalan rusak dan tergenang air itu, telah banyak terjadi pengendara yang celaka ataupun kendaraannya mengalami kerusakan. Hal itu tentunya tak bisa terus dibiarkan karena menyangkut keselamatan jiwa pengendara yang melintas.“Mau sampai kapan jalan ini dibiarkan rusak begini? Apa nunggu sampai ada korban jiwa?” sebutnya.

Sedangkan Ketua RT setempat Nanang Kuswoyo, menambahkan semenjak rusaknya akses jalan utama penghubung kecamatan Dringu dan Tegalsiwalan itu, banyak warga yang terganggu aktifitasnya. Terutama aktivitas warga mengangkut hasil panen dari sawah ataupun ketika hendak bepergian.

“Kalau malam hari karena disini juga minim penerangan jalan umum. Jadi warga itu banyak yang mengeluh dan memilih untuk tidak beraktifitas dimalam hari. Apalagi kalau hujan, mereka khawatir terpeleset atau terjatuh,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Dringu Ulfingtiyas saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya telah mendengar adanya protes warga itu. Oleh karenanya pihaknya akan segera mengoordinasikannya dengan dinas terkait untuk memenuhi tuntutan warga itu. “Akan kami koordinasikan terlebih dahulu,” katanya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel