Opini

Ada Corona, Saatnya Introspeksi Diri


Oleh: Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si

Wabah virus Corona yang melanda dunia saat ini dalam sudut pandang teologis merupakan ujian kesabaran dan perlu dikembalikan takdirnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 156 yang artinya, “Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali”.

Selain ujian kesabaran, Corona seharunys bisa menjadi motivasi bagi umat beriman. Dengan kejadian ini, orang yang jarang mengingat tuhan hendaknya memulai dzikir di sela-sela aktivitasnya di rumah. Yang lama tidak memegang kitab suci, hendaknya menjadi teladan bagi keluarga untuk mengaji.

Muqorabah (mendekatkan diri kepada Allah) dengan shalat malam perlu juga perlu dilaksanakan. Bagi yang punya kelebihan rezeki, sekarang saatnya untuk bersedekah menyalurkan bantuan-bantuan medis. Terutama kepada orang yang terdampak wabah.

Hal ini merupakan bentuk aktualisasi keimanan yang diajarkan Allah dalam Al Qur’an Surat Al Maidah ayat 2 yang artinya, “dan tolong menolonglah dalam kebaikan dan ketaqwaan”.

Yang tak kalah penting, di samping usaha secara vertikal, kita juga perlu berusaha secara horizontal. Yaitu dengan mengikuti himbauan pemerintah agar berdiam di rumah serta membatasi pertemuan fisik dengan orang lain.

Allah berfirman dalam Al Qur’an Surat An Nisa ayat 55 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, serta ulil amri di antara kalian (pemerintah)”.

Dengan mengikuti imbauan pemerintah, kita telah menjaga kualitas keimanan serta kecintaan kepada bangsa dan negara Indonesia. Jangan sampai jiwa kita dan jiwa orang lain terancam karena tindakan ceroboh yang kita perbuat.

Ironisnya, masih ada pemahaman masyarakat bahwa urusan mati adalah urusan Tuhan semata. Mereka lupa bahwa Allah menciptakan segala sesuatu di muka bumi ini didahului penyebabnya. Allah mematikan seseorang adakalanya disebabkan oleh umur, sakit, kecelakaan, atau bahkan terpapar virus Covid 19. Terkadang, manusia sendiri yang menentukan sebab-sebab kematiannya.

Bila usaha lahir dan usaha batin sudah dilaksanakan, maka sebagai umat beriman, kita seyogyanya bertawakal. Kita pasrahkan kepada Yang Maha Esa karena ada ditangan-Nyalah semua takdir manusia ditulis.

Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an Surat Hud ayat 123 yang artinya, “Dan milik Allah lah seluruh rahasia langit dan bumi, dan kepada-Nya segala urusan dikembalikan. Maka sembahlah Dia dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan Tuhanmu tidak pernah lengah dari apa yang kamu kerjakan.” (*)

* Pengasuh Pondok HATI Kraksaan. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem


Bagikan Artikel