Olahraga

Raih Penghargaan, TPS Watupanjang Didorong untuk Layak Ekspor


KRAKSAAN – Pemkab Probolinggo berusaha mendorong usaha sapi perah penghasil susu agar bisa maju. Terutama agar produknya bisa memenuhi ceruk pasar nasional maupun internasional. Sedikit demi sedikit, para pelaku usaha susu diberikan pemahan dan pelatihan tentang cara proses susu yang higienis dan namun tetap menjaga kualitas rasa dan gizi dalam susu.

Kepala Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh Nikolas Nuryulianto mengatakan beberapa hal. Beberapa tahun terakhir, Tempat Penampungan Susu (TPS) di Krucil telah dibina. Tujuannya agar bisa keluar produk susu yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal).

Higiene sanitasi pada saat pengolahan dan pada saat produksi diarahkan agar sesuai dengan ceck list lembar pemeriksaan kelayakan dasar yang ditentukan oleh Permentan Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV).

“Semua produk hewan telah disesuaikan dengan ceck list lembar pemeriksaan kelayakan dasar pastilah ber-NKV. Sebab hiegine sanitasi dan layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat,” tegasnya.

Alhasil, lanjut Niko, TPS Watupanjang Kecamatan Krucil meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Timur sebagai juara II TPS Yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) dalam Lomba TPS yang ASUH tahun 2022. Penghargaan itu dianugerahkan di Hotel Premier Palace Sidoarjo, Senin (21/11/2022) lalu.

Setelah menerima penghargaan ini terang Niko, unit usaha TPS Watupanjang harus tetap menjaga higiene sanitasi kebersihan produk hewan yang ada di TPS Watupanjang. Harapannya supaya TPS KUD Argopuro yang tersisa 8 itu nantinya semua harus ber-NKV, walaupun ada TPS yang mini. Minimal ber-NKV Level 3.

“Tahun 2022 ini, TPS Watupanjang meraih NKV Level 2. Artinya, dia bisa dikirim antar provinsi di Indonesia. Kalau Level 1 bisa ekspor dan kalau Level 3 hanya antar kabupaten/kota dalam satu provinsi. Kalau TPS sudah ber-NKV berarti TPS itu sudah hiegine sanitasi dan layak untuk dikonsumsi produk hewan serta terjamin kebersihannya,” pungkasnya. (ra/iwy)


Bagikan Artikel