Olahraga

KONI Berikan Santunan Keluarga Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan


PROBOLINGGO – Sebagai bentuk rasa bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya 125 suporter Arema FC yang meninggal akibat kericuhan di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu (1/10) lalu. KONI Kabupaten Probolinggo bergerak cepat dengan mendatangi dan memberikan santunan kepada 3 pihak keluarga dari korban tragedi memilukan tersebut.

Ketiga keluarga tersebut yakni keluarga dari korban atas nama Riski Dwi Yulianto asal Desa Maron Wetan Kecamatan Maron, Abian Hasiq Rifqi asal Kelurahan Kandangjati Kulon Kecamatan Kraksaan, dan Moh Kindi Arumi Purnama asal desa/kecamatan Kotaanyar.

Ketua KONI Kabupaten Probolinggo Zainul Hasan mengungkapkan, kedatangannya bersama dengan sejumlah pengurus KONI tersebut. Bertujuan untuk menyampaikan rasa bela sungkawa atas meninggalnya ketiga korban dalam tragedi kericuhan yang terjadi di stadion Kanjuruhan Malang itu.

“Atas nama pribadi, dan mewakili seluruh insan olahrga di kabupaten Probolinggo. Kami menyampaikan rasa bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian dari para korban tragedi itu. Semoga para korban diampuni dosa-dosanya dan diterima disisi Allah SWT,” ungkapnya, Senin (3/10).

Dijelaskannya, bahwa tragedi kericuhan di stadion Kanjuruhan Malang itu. Adalah pukulan telak dan teguran keras bagi dunia olahraga. Khususnya untuk sepak bola, baik seluruh Indonesia maupun dunia. Yakni fanatisme suporter yang berlebihan, jika tanpa dikelola dan dijaga dengan baik. Maka dapat mengakibatkan musibah yang tidak diinginkan oleh seluruh pihak.

“Kalah dan menang dalam olahraga adalah hal yang biasa. Kedewasaan seluruh pihak sangat diperlukan, baik itu dari para pemain dan suporter. Berbuat anarkis justru akan merugikan diri sendiri dan bahkan orang lain. Dan hal itu sudah banyak terbukti,” jelasnya.

Oleh karena itu, Zainul berharap agar tragedi di stadion Kanjuruhan ini bisa diambil hikmahnya. Tak hanya itu evaluasi dari seluruh pihak juga harus dilakukan secara terperinci. Tujuannya agar kedepan peristiwa serupa tidak sampai terjadi kembali.

“Kami akan lakukan pendataan dan pengawasan terhadap para suporter dari masing-masing tim di wilayah kami. Tujuannya untuk mendeteksi dan meminimalisir adanya potensi pengerahan masa keluar kota,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang pihak keluarga dari korban Moh Kindi Arumi Purnama mengungkapkan, jika kedatangan warga yang melakukan takziah di rumah duka. Menunjukkan adanya rasa kepedulian kepada Almarhum dan keluarga besar.

“Kami ucapkan banyak kasih kasih atas kepedulian yang diberikan kepada keluarga kami yang tengah tertimpa musibah. Semoga peristiwa itu tidak terulang lagi, dan seluruh keluarga korban diberikan ketabahan untuk menerima cobaan ini,” pungkasnya. (tm/ra)


Bagikan Artikel