Olahraga

Dua Pecatur Probolinggo Tampil di Olimpiade


PROBOLINGGO – Kepiawaian International Master (IM) Mohamad Ervan dan Fide Master (FM) Muhammad Agus Kurniawan dalam bermain catur tak perlu diragukan lagi. Berbagai pencapaian prestasi telah dicapai oleh kedua pecatur asal Kabupaten Probolinggo itu. Tak heran jika mereka pada akhirnya mewakili Indonesia diajang Olimpiade Catur yang digelar di Chennai, India, pada 26 Juli hingga 10 Agustus 2022.

Kedua pecatur sarat pengalaman itu, tergabung kedalam tim Indonesia putra yang berjumlah 5 orang. Selain Ervan dan Agus juga ada tiga pecatur andalan Indonesia lainnya. Yakni, Grand Master (GM) Susanto Megaranto, GM Novendra Priasmoro, dan IM Yoseph Theolifus Taher.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) GM Utut Adianto berharap para atlet dapat memperbaiki peringkat timnas catur Indonesia, baik di kelompok putra maupun putri. Pasalnya per Juli 2022, tim catur putra Indonesia berada di peringkat ke-57 dari 155 negara anggota FIDE (Federation Internationale des Echecs) atau Federasi Catur Dunia, sedangkan tim putri berada di urutan ke-32 dari 111 negara.

“Peringkat bagi tiap tim atau negara didapatkan berdasarkan rata-rata rating catur standar dari 10 pemain aktif dengan rating tertinggi di tiap kelompok putra/putri,” tulis GM Utut Adianto pada rilisnya dikutip Koran Pantura pada Rabu (27/7).

Disebutkan pula bahwa saat ini tuan rumah India merupakan salah satu negara kandidat juara. Pasalnya di negara yang terkenal dengan bangunan Taj Mahal-nya itu. Terdapat banyak sekali para pecatur handal, salah satunya yakni juara dunia lima kali bernama Viswanathan Anan.

Sementara itu Ketua KONI Kabupaten Probolinggo, Sugeng Nufindarko mengaku mendukung penuh usaha dari kedua pecatur itu untuk berkiprah diajang Olimpiade. Pasalnya tak banyak atlet daerah yang mampu menembus level nasional apalagi sampai mewakili Indonesia di ajang besar seperti Olimpiade.

“Kami hanya bisa memberikan dukungan dan do’a bagi kedua pecatur terbaik itu. Mudah-mudahan mereka pulang bisa membawa pulang medali dan mengharumkan nama bangsa Indonesia dikancah Internasional,” katanya.

Lebih lanjut Sugeng menyebut apapun pencapaian kedua atlet catur itu. Harus menjadi motivasi bagi para atlet catur lainnya di kabupaten Probolinggo. Terlebih tradisi medali emas diajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur telah lepas dalam 2 edisi Porprov terakhir.

“Ini tentunya jadi bahan evaluasi kami kedepannya. Utamanya untuk Pengkab Percasi bagaimana bisa mempersiapkan atlet catur terbaiknya untuk mengahadapi Porprov berikutnya tahun depan,” pungkasnya. (tm/ra)


Bagikan Artikel