Olahraga

Dana Rp 4,5 Miliar, KONI Rampingkan Cabor


PROBOLINGGO – Seiring dengan penerimaan dana hibah tahun 2022 yang direncanakan nilainya hanya berkisar Rp 4,5 M, KONI Kabupaten Probolinggo berancang-ancang untuk melakukan perampingan sejumlah cabang olahraga (Cabor). Perampingan tersebut dilakukan dengan tujuan efisiensi anggaran.

Berdasarkan perhitungan, jika sebelum tahun 2015 lalu anggaran dana hibah KONI berkisar Rp 3,5 Miliar untuk 17 Cabor. Setelah tahun itu, jumlah cabor terus meningkat hingga bahkan dua kali lipat namun anggarannya nyaris selalu tetap.

“Anggaran tahun ini memang naik senilai Rp 1 Miliar. Itu pun karena tahun depan kami mengikuti Porprov di 4 daerah. Kalau kita tidak ikut itu, anggarannya tetap sama seperti tahun-tahun lalu. Padahal jumlah cabor terus bertambah,” ujar Ketua KONI Kabupaten ProbolinggoProbolinggo Sugeng Nufindarko, Senin (27/12).

Dijelaskan, dengan terbatasnya anggaran tersebut, pihaknya pun memutuskan untuk segera melakukan perampingan terhadap jumlah cabor. Tujuannya selain untuk melakukan efisiensi anggaran, juga untuk memacu setiap cabor agar menunjukkan prestasinya.

“Kalau cabornya stagnan alias pokok ada cabor, tapi tidak ada prestasinya, bahkan tidak ada kegiatan pembinaan atletnya sama sekali, siap-siap saja kami bubarkan. Lebih baik membina cabor baru yang atlet dan prestasinya sudah terlihat,” jelasnya.

Tak main-main, Sugeng sebelum tutup tahun ini berencana untuk mengumpulkan seluruh ketua dari sekitar 30 cabor untuk rapat evaluasi. Dalam rapat evaluasi tersebut, nantinya akan disampaikan soal ketegasan KONI dalam rencana perampingan cabor yang direncanakannya.

“Perampingan ini adalah bukti keseriusan sekaligus komitmen kami untuk membina para atlet dari berbagai cabor, supaya bisa secara serius dibina dan berujung prestasi,” tegasnya.

Sugeng pun tak menutup kemungkinan adanya cabor baru yang akan dibentuk tahun depan, semisal cabor E-Sport dan binaraga. Kedua cabor tersebut para atlet potensialnya cukup melimpah.

“Kami lebih baik menggelontorkan anggaran dana hibah itu untuk pengkab cabor yang serius membina atletnya. Daripada menyalurkan anggaran ke pengkab cabor yang nyaris tidak ada kegiatan dan prestasinya,” pungkasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel