Olahraga

Porkab Terganjal Capaian Vaksinasi


KRAKSAAN – Event Porkab Probolinggo 2021 akhirnya ditunda lagi. Kenyataan pahit ini harus diterima para pengurus KONI, panitia, maupun para atlet. Fakta yang harus dipahami, penundaan ini terjadi karena capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Probolinggo belum memenuhi syarat untuk turun ke PPKM level 2.

Capaian vaksinasi tahap I dan II di mayoritas kecamatan di Kabupaten Probolinggo masih belum ideal. Ini menjadi alasan kuat bagi pemerintah pusat menetapkan wilayah Kabupaten Probolinggo sebagai wilayah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 3. Hal inilah lantas menjadi penyebab Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Probolinggo 2021 ditunda.

Menyikapi hal tersebut, Ketua KONI Kabupaten Probolinggo Sugeng Nufindarko mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Terutama terkait rendahnya capaian vaksinasi tersebut. Padahal disebutnya KONI Kabupaten Probolinggo telah berupaya maksimal dalam mendukung program vaksinasi tersebut. Dengan mewajibkan seluruh peserta Porkab sebanyak 1.600 lebih peserta untuk mengikuti vaksinasi.

“Kalau di internal kami dan bahkan peserta Porkab sendiri, seratus persen saya meyakini mereka sudah ikut vaksinasi, baik itu vaksinasi pertama dan kedua. Namun masalahnya kan ini vaksinasi secara global yang jadi acuan. Jadi kita hanya bisa menunggu capaian vaksinasinya memenuhi syarat untuk turun ke level dua,” kata Sugeng, Kamis (21/10).

Lebih lanjut, sebagai bentuk optimisme akan turunnya status PPKM Kabupaten Probolinggo dari level 3 ke level 2, pihaknya secara rutin mengecek segala update informasi terkait dengan perkembangan status PPKM Kabupaten Probolinggo. “Kalau sampai turun ke level dua, kita akan langsung koordinasikan untuk segera menggelar Porkab yang tertunda itu,” terangnya.

Lebih lanjut, Sugeng menyebut bahwa capaian vaksinasi di Kabupaten Probolinggo  memang pergerakannya cukup lambat jika dibanding daerah lainnya. Hal ini lantaran masyarakat masih saja termakan isu hoaks terkait efek vaksinasi. Sehingga ada rasa keengganan untuk mengikuti program vaksinasi yang sepenuhnya gratis itu.

“Ini yang kami sayangkan, karena rendahnya capaian vaksinasi itu, banyak yang terdampak. Salah satunya adik-adik atlet kita ya g sudah berlaltih sejak lama. Namun pada akhirnya gagal bertanding karena keburu ditetapkan PPKM level 3,” Sebutnya.

Berdasarkan informasi per Kamis 21 Oktober 2021 kemarin, Kabupaten Probolinggo masih dalam status PPKM level 3. Hal ini lantaran capaian vaksinasinya masih dibawah 50 persen. Rinciannya 49,8 persen untuk realisasinya vaksinasi tahap I, dan 23,9 persen untuk vaksinasi tahap kedua. (tm/iwy)


Bagikan Artikel