Olahraga

Liga 3, Persipro Tidak Patok Target


PROBOLINGGO – Persipro Kota Probolinggo mulai menyipkan amunisi untuk menghadapi Liga 3 pada November mendatang. Salah satunya yakni menyeleksi pemain lokal untuk dipersiapkan menjadi tim inti persipro. Rencananya, skuad baru itu akan terbentuk pada pekan depan.

Para pemain dari beberapa klub tersebut mengikuti seleksi di Stadion Bayuangga sejak Senin (20/9) lalu. pemain yang ikut seleksi itu berasal dari PSIS (Persatuan Sepakbola Sumberkareng) Kademangan, Persip Pilang, Surya Muda dan Surya Putra Kebonsari Kulon. Selain itu juga klub Super Kids, Kapinis, Scorpion dan Rajawali dari Kelurahan Kedungasem. Sebagian lagi juga berasal dari daerah sekitar Kota Probolinggo.

Pemain diseleksi untuk junior dan senior. Untuk pemain junior, ketentuannya lahir ditanggal 1 Januari 1999 sampai dengan 31 Desember 2003 atau berusia 18 sampai dengan 22 tahun. Sedang untuk senior, kelahiran 1998 ke bawah. “Untuk pemain senior tidak dibatasi usianya, mulai 23 tahun dan seterusnya,” jelas Suhariono, wakil steering committee Askot (Asosiasi Kota) yang juga ditunjuk sebagai ketua tim seleksi.

Hanya, pemain senior dibatasi 5 orang dan yang boleh bermain saat pertandingan maksimal 3 pemain. Dari 52 pemain yang ikut seleksi, akan dipilih 25 pemain. Mereka akan memperkuat Persipro dalam ajang Liga 3 yang akan dimulai 3 November 2021 nanti di Jember. “Rencananya seperti itu. Kalau kepastiannya, belum. Soal seleksi, kami tidak mau diintervensi,” ujarnya, Selasa (21/9).

Suhariono mengatakan, mereka yang terpilih menjadi pemain Persipro di Liga 3 harus memenuhi tiga kriteria, yakni skil, postur tubuh dan fisik. “Dari kriteria itu, beberapa pemain sudah kami kantongi. Senin depan, pemain yang ikut seleksi ini akan sudah terbentuk menjadi tim,” terangnya.

Di Liga 3, Persipro akan bertemu atau bertanding dengan klub dari Jember, Lumajang, Banyuwangi Putra dan Singasari FC Malang. “Enggak ada target. Yang penting mengikuti pertandingan,” tambahnya.
Saat ditanya peringkat, pria yang pernah aktif di KONI ini mengatakan, tahun lalu Persipro tidak mendapat peringkat. Karena kalah dalam pengumpulan skor. Tahun lalu kita tidak dapat ranking, karena kalah dalam pengumpulan gol,” ungkapnya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel