Kesehatan

Stunting Terus Ditekan, Dinkes dan Disdikdaya Buat Program


KRAKSAAN – Data Ditjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kemendagri tahun 2021 menyebutkan, prevalensi stunting Kabupaten Probolinggo di angka 16 persen atau 79.356 balita. Angka ini lebih rendah dari tahun sebelumnya, yaitu 2020 yang berada pada angka 16,1 persen atau 80,364 balita.

Sepanjang tahun 2022 Kabupaten Probolinggo kembali berhasil menekan stunting. Data yang muncul hanya 15 persen, atau sekitar 80.676 balita yang mengalami stunting. Data itu bisa dicek pada https://aksi.bangda.kemendagri.go.id/emonev/DashPrev/index/2 .

Pihak Dinkes Kabupaten Probolinggo menyatakan stunting bisa ditekan dengan menerapkan perilaku hidup sehat. Dengan begitu balita bisa terhindari dari penyakita yang mengganggu pencernaannya yang kemudian mengganggu tumbuh kembangnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan beberapa hal. Menurut Wahyu, peran promosi kesehatan sangat penting untuk memberdayakan masyarakat agar tahu, mau dan mampu secara mandiri berperilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di sekitarnya.

“Masyarakat akan mampu berperilaku hidup bersih dan sehat apabila mempunyai pengetahuan, kemauan dan kemampuan untuk menerapkannya,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) menggelar pendidikan dan pelatihan tingkat dasar (diklatsar) bagi guru PAUD lokus stunting. Tujuannya agar guru PAUD bisa menjadi penyambung informasi kepada orang tua balita. Itu agar para orang tua bisa tahu cara mencegah stunting.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi mengungkapkan kegiatan itu bertujuan menyiapkan guru PAUD terampil dan kompeten dan bermutu dalam mengelola pembelajaran PAUD serta terampil menyusun rencana pembelajaran dan bahan ajar serta menyusun/membuat APE secara natural.

“Selain itu, mendukung program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Probolinggo serta terampil melaporkan dan melaksanakan inovasi pembelajaran PAUD, kegiatan kelas parenting dan berkontribusi riil dalam percepatan penurunan stunting di masing-masing desanya, secara khusus desa lokus stunting,” ungkapnya. (ra/iwy)


Bagikan Artikel