Kesehatan

Bocah Gili Penderita Difteri Meninggal


SUMBERASIH – Setelah sepuluh hari menjalani perawatan intensif atas penyakit difteri yang menderanya, Salsabella (7) akhirnya meninggal dunia. Bocah asal Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo itu menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD dr Moh. Saleh Kota Probolinggo, Kamis (10/3).

Kabar meninggalnya Salsabella itu mendapat atensi langsung dari Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono. Bahkan dia mengaku kaget dengan kabar meninggalnya Salsabella yang di luar perkiraan.

“Informasinya dalam tiga hari terakhir kondisi Salsabella mulai membaik. Bahkan kondisinya terus dipantau oleh tenaga medis setempat. Namun Tuhan berkata lain, dan kita tak bisa menolak kehendaknya,” ujar dr Shodiq, kemarin.

Menurutnya, penyakit difteri memang dapat berakibat fatal. Terutama apabila penanganannya terlambat. Menurutnya, ada 2 hal yang berbahaya dari difteri. Pertama, kematian mendadak karena terjadinya buntu jalan nafas. Kedua, karena terjadi kegagalan organ tubuh akibat penyebaran racun dari bakteri Difteri.

“Racun yang telah menyebar inilah yang dapat mengakibatkan kegagalan-kegagalan pada organ tubuh tertentu. Dari luar memang tubuh terlihat sehat, tapi jika terjadi kegagalan organ tubuh, maka itulah yang bahaya,” jelasnya.

Disebutkan dr Shodiq, pasca ditemukannya 1 kasus difteri ini,  Dinkes Kabupaten Probolinggo langsung melakulan upaya pencegahan penyebaran di sekitar lingkungan tempat tinggal pasien.

“Kami telah melakukan Outbreak Response Immunazation (ORI) atau vaksinasi difteri agar penyebaran bakteri Corynebacterium Diphteriae dapat dikendalikan,” sebutnya.

Terlebih dengan kondisi lingkungan tempat tinggal pasien Difteri yang berada di sebuah pulau, menjadi sangat peting agar melindungi warga pulau yang lain agar tidak sampai terjangkit difteri.

“Hingga saat ini kami masih terus intensifkan pengawasan dan pendeteksian bakteri difteri di sekitar tempat tinggal pasien. Tujuannya untuk memastikan tidak adanya penyebaran, termasuk mendeteksi asal difteri itu,” ujar dr Shodiq.  (tm/iwy)


Bagikan Artikel