Kesehatan

Bayinya Meninggal, si Ibu Dijemput Puskesmas


PROBOLINGGO – Anisa, ibu bayi Nur Ahmad yang meninggal karena tidak mendapatkan perawatan medis pada pekan lalu, akhirnya dijemput oleh pihak Puskesmas Pajarakan. Kini, warga Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan tersebut sedang diopname di Puskesmas Pajarakan.

Sanito mengatakan, kesehatan istrinya memang belum sepenuhnya pulih pasca melahirkan. Kondisi tersebut ternyata mendapatkan perhatian dari Puskesmas Pajarakan. Sanito menyebut istrinya dijemput dengan mobil ambulans.

“Bukan saya yang niat mengantarkan, tapi memang Puskesmas yang jemput ke rumah,” katanya, Rabu (9/2).

Ia menyebutkan, dirinya tidak kunjung mengantarkan istrinya ke puskesmas lantaran terkendala biaya perobatan. Pasalnya, BPJS miliknya sudah dinonaktifkan oleh pihak BPJS.

“Sudah tidak bisa digunakan, makanya baru dibawa ke Puskesmas setelah ada yang jemput dari Puskesmas,” terangnya.

Karena Puskesmas Pajarakan yang berinisiatif untuk menjemput istrinya, Sanito pun berharap pembiayaan opname istrinya itu dapat ditanggung oleh pemerintah. Pasalnya, dirinya sebagai kepala keluarga saat in imasih belum bisa bekerja secara maksimal lantaran sedang berduka atas kematian putranya. Di sisi lain istrinya masih di rawat di Puskesmas.

“Pembiayaan harus tanggung jawab sana (Puskesmas, red). Karena ini kan kelalaian. Kalau saya suruh nanggung lagi, saya sendiri sudah kehilangan anak, masak saya suruh biaya lagi,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Probolinggo Rika Apria mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk pembiayaan Anisa. Sehingga suami dari Anisa tidak lagi kebingungan untuk pembiayaan perawatan istrinya.

“Kami desak agar pembiayaannya ditangani pemerintah. Karena memang ada anggaran untuk ini. Ada anggaran Rp 500 juta untuk menampung pembiayaan orang miskin yang tidak tercover BPJS, intinya kami mendesak,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mendatangi Puskesmas Pajarakan untuk memastikan Anisa mendapatkan pelayanan yang layak. Sehingga, kelalaian penanganan yang terjadi sebelumnya tidak lagi terulang.

“Kebetulan sekarang kan dirawat, jadi sekalian kami datangin sekaligus memantau pelayanannya,” paparnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel