Kesehatan

Tiga Bidan Puskesmas Pajarakan Kena SP 3


PROBOLINGGO – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo akhirnya memanggil Dinas Kesehatan (Dinkes) pada Rabu (9/1). Hal ini sebagai buntut dari buruknya pelayanan di Puskesmas Pajarakan yang menyebabkan satu nyawa bayi yang baru lahir meninggal. Dari pertemuan ini terungkap bahwa Dinkes telah memberi sanksi berupa Surat Peringatan (SP) 3 kepada tiga orang bidan.

Selain unsur pimpinan dan anggota dari Komisi IV, tampak hadir juga Kepala Dinkes dr Shodiq Tjahjono yang didampingi Kepala Puskesmas Pajarakan dr. Maulida. Keduanya tiba sekitar pukul 8.30 WIB dan langsung menuju ke ruang rapat Komisi IV. Namun, pertemuan yang dimulai sekitar pukul 09.00 teraebut digelar secara tertutup. Sehingga awak media tidak bisa masuk dan hanya menunggu di luar ruang rapat.

Usai rapat, Ketua Komisi IV Rika Apria mengatakan, pemanggilan ini dilakukan sebagai fungsi pengawasan terhadap Dinkes yang merupakan mitra kerjanya. Sehingga, pihaknya bisa mengetahui secara gamblang persoalan yang terjadi di Puskesmas Pajarakan. “Kami panggil karena kemarin sempat viral terkait protes terhadap pelayanan di Puskesmas Pajarakan,” katanya, Rabu (9/2).

Setelah pihaknya berhasil memperoleh informasi dari pihak Dinkes terkait persoalan yang terjadi di Puskesmas Pajarakan itu, kini pihaknya berencana untuk mendatangi orang tua bayi yang meninggal atas nama Nur Ahmad. Sehingga, pihaknya bisa mengetahui betul duduk persoalannya dengan mendengarkan klarifikasi dari 2 belah pihak. “Untuk Dinkes memang kami panggil karena mitra kerja kami di Komisi IV. Sedangkan untuk korban, akan kami datangi ke rumahnya,” terang Rika. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sanito (46), warga Dusun Triwung, Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan mengeluhkan pelayanan Puskesmas Pajarakan yang kurang maksimal. Ia harus kehilangan nyawa anak pertama yang baru dilahirkan oleh istrinya, Anisa (36). Istrinya terpaksa melahirkan di rumah lantaran 2 kali bolak-balik ke Puskesmas Pajarakan dan tetap disuruh pulang oleh petugas puskesmas.

Pertama datang, istrinya disuruh pulang lantaran lupa membawa Kartu Ibu dan Anak (KIA). Lalu pada saat ia kembali untuk kedua kalinya, setelah dilakukan pengecekan oleh petugas kesehatan Puskesmas setempat, istrinya tetap disuruh pulang lantaran dianggap belum waktunya melahirkan. Lima menit ketika ia dan istrinya tiba di rumah, Anisa mengalami pendarahan dan melahirkan. Sesaat kemudian ada bidan desa Tanjung, Kecamatan Pajarakan yang datang, namun bayi yang baru dilahirkan dan diberi nama Nur Ahmad itu sudah meninggal dunia.  

Atas kejadian ini,  Dinkes Kabupaten Probolinggo resmi menjatuhkan sanksi SP 3 kepada tiga bidan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pajarakan. Kepala Dinkes dr. Shodiq Tjahjono mengatakan, pihaknya mengaku bahwa ketiga bidan yang disanksi tersebut terbukti melakukan kelalaian dalam bekerja. Ketiga bidan tersebut merupakan seorang bidan Desa Karangbong, dan dua bidan Puskesmas Pajarakan yang kebetulan piket di Puskesmas Pajarakan ketika ibu dari bayi tersebut datang ke Puskesmas. “Kami sudah melakukan tindakan sesuai aturan yang ada. Ketiganya sudah kami berikan sanksi berupa Surat Peringatan 3,” katanya, Rabu (9/1).

Selain sanksi tersebut, pihaknya juga akan mengawasi kinerja dari ketiga bidan tersebut. Sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. “Sesuai dengan hasil telaah yang ada, ketiganya akan kami lakukan pembinaan,” ujarnya.


Bagikan Artikel