Hukum & Kriminal

Motor untuk Ngarit pun Dicuri


PROBOLINGGO – Bukan hanya sepeda motor kinyis-kinyis yang dicuri, sepeda motor tua  untuk dipakai kerja ke sawah pun disikat. Inilah yang menimpa Jamu (53), warga RT 8 – RW 3, Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Sepeda motor produksi tahun 2012 miliknya dicuri di keramaian.

Saat ditemui di kediamannya pada Senin (2/8) sekitar pukul 11.00, Jamu baru tiba dari sawah. Ia membenarkan bahwa sepeda motor Honda Supra 125 yang dia beli tahun 2019 lalu, digondol maling saat menonton seni dug-dug, Minggu (2/8) sekitar pukul 19.30, tak jauh dari rumahnya.

Malam itu, Jamu menonton seni musik dug-dug Kelabang Songo dalam rangka peringatan seribu hari keluarga pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajad Hidayatullah. Tiba-tiba Jamu dipanggil oleh salah seorang temannya. Mereka memberitahukan kalau sepeda motornya di tempat parkir  roboh.

Namun, Jamu tidak memperhatikan pemberitahuan temannya, karena tengah asyik berbincang-bincang sambil nonton penampilan Kelabang Songo. Ia menyebut pemberitahuan rekannya tersebut hanya candaan. “Teman saya itu bercanda, karena saya asyik dan serius bersama teman,” aku Jamu.

Walau begitu, selang sekitar 2 menit kemudian, Jamu mendatangi tempat parkir. Jamu kaget saat melihat sepeda motornya yang sudah dikunci setir, ternyata tidak ada di tempat parkir. Meski situasinya ramai, namun tidak ada satupun yang tahu siapa yang membawa sepeda motor milik Jamu. “Banyak yang nyari, tapi sampai pukul 03.00 pagi, enggak ketemu,” ungkapnya.

Usai kejadian, korban tidak melapor ke polisi, tetapi menyerahkan STNK dan BPKB sepeda motornya kepada Eko, kerabatnya.  “Enggak, saya tidak lapor. Saya percayakan ke mas Eko. Surat-suratnya sudah saya serahkan ke dia. Saya tidak hafal plat nomornya,” katanya.

Jamu menyebutkan, sepeda motor yang hilang itu dibeli dari warga Binor, Paiton. Sejak dibeli 2 tahun lalu, sepeda motor itu dipakai ke sawah dan ngarit (mencari rumput) setiap hari. Kini setelah tidak memiliki sepeda motor, Jamu harus jalan kaki ke sawah dan ngarit. “Ya, jalan kaki kalau ke sawah dan ngarit. Kalau harga belinya saat itu Rp 8,5 juta,” kata bapak dua anak ini.

Sementara, Kapolsek Wonoasih Kompol Kuzaimi saat dihubungi via telepon,  menyatakan belum ada laporan kehilangan sepeda motor di wilayahnya. Meski begitu, ia akan menugaskan anggotanya untuk menemui korban. “Belum ada laporan. Oke nanti anggota kami ke rumah korban,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel