Hukum & Kriminal

Marak Hoaks Covid-19, Warga Enggan Vaksin


 PROBOLINGGO – Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi menyatakan, sampai saat ini masih marak informasi hoaks terkait pandemi Covid-19. Hal ini menurutnya bisa berdampak buruk terhadap penanganan wabah tersebut.

Menurut Kapolres, salah satu dampak nyata dari maraknya informasi hoaks tersebut ialah minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan vaksin. Banyak masyarakat yang enggan melakukan vaksin setelah membaca informasi-informasi tidak jelas di jejaring internet.

Selain itu, ia juga menjelaskan, maraknya informasi hoaks ini juga berdampak pada penerapan prokes di masyarakat. Sebagian warga yang termakan informasi bohong tersebut bahkan sudah tidak taat lagi menerapkan prokes.

“Proses vaksinasi dan penerapan prokes ini kendalanya adalah banyaknya banyaknya berita hoaks. Sehingga membuat masyakarat misleading atau salah paham terhadap program pemerintah,” katanya, Minggu (1/8).

Oleh sebab itu, Kapolres mengajak semua pihak untuk membantu pemerintah dengan melakukan penyampaian informasi seputar Covid-19 yang mengedukasi. Sehingga, penanganan pandemi Covid-19 ini bisa maksimal.

“Kalau warga taat prokes, tentunya penularan Covid-19 ini bisa terus ditekan, terlebih dengan melakukan vaksin,” ujar polisi dengan 2 mawar di pundak tersebut.

Ia juga mengajak, agar warga tidak mudah termakan isu-isu yang tidak jelas yang berkaitan dengan pandemi Covid-19. Sehingga, program-program pemerintah dalam menangani wabah ini bisa berjalan dengan lancar.

“Kalau bersama-sama memerangi covid ini dengan vaksinasi dan mematuhi prokes dengan 5M, insha Allah di Kabupaten Probolinggo segera tercipta herd immunity. Makanya kami harap, berhati-hati dengan berita hoaks,” ucap AKBP Arsya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel