Hukum & Kriminal

Warga Perumahan Tolak Truk Material


PROBOLINGGO – Belasan penghuni Perumahan Green Savana III Kota Probolinggo mengancam akan tutup akses jalan masuk, kalau truk pengangkut material tetap lewat di depan rumahnya. Sebab, lalu lalang dump truck berukuran kecil tersebut berpotensi merusak jalan dan rumah. Selain itu, ancaman tersebeut juga demi keselamatan putra-putrinya.

Hal tersebut diungkap beberapa warga perumahan, di antaranya ialah Budiono (51) dan Anton (45), serta warga lainnya, Minggu (11/7) siang. Menurut mereka, pihak pengembang sudah membongkar pagar perumahan sisi utara.

Hal itu dilakukan, agar dump truck bermuatan tanah uruk bisa masuk ke areal yang akan dibangun rumah. Hanya saja, pagar yang dimaksud kini ditutup kembali menggunakan sesek bambu, lantaran warga keberatan jalannya dilewati truck.

Budiono mengatakan, yang membongkar pagar dan yang menutup kembali adalah pekerja pengembang. Pembongkaran dilakukan pada Senin (5/7) lalu. Hari itu juga truk bermuatan sirtu (pasir-batu) masuk. “Warga sini keberatan. Akhirnya jalan ditutup dan truk enggak lewat lagi,” jelasnya.

Budiono membenarkan kalau pagar penutup perumahan dibongkar atas pesetujuan warga dalam rapat yang digelar Minggu malam. Hanya, kesepakatan yang dimaksud tidak quorum karena yang hadir dalam rapat di mushala tersebut 11 orang. Sedangkan warga Perumahan Green Savana berjumlah 30-an.

Lantaran jumlah yang keberatan dengan yang menyetujui lebih banyak, maka warga kemudian meminta aktifitas pengurukan dihentikan. Pada Rabu pekan lalu warga menggelar rapat dan mengundang Roy Amran selaku pengembang. Hanya, yang bersangkutan tidak hadir. “Kami menyayangkan pak Roy tidak hadir. Padahal warga datang semua,” katanya.

Belakangan Budiono dan warga mendengar kalau Roy yang pernah menjabat wakil pimpinan DPRD kota setempat ini akan menggelar rapat di kantor kelurahan setempat. Meski tersinggung dengan ketidakhadiran Roy dalam pertemuan yang digelar warga, Budiono dan warga akan hadir, asal tidak sibuk kerja atau kegiatan lain.

“Tetap kami pada pendirian awal. Menolak truk lewat di jalan perumahan. Monggo lewat di jalan lain. Kan bisa menyewa lahan warga untuk akses jalan ke proyeknya,” tegas Budiono yang diangguki warga perumahan yang lain.

Sedangkan Anton, menolak truk lewat di jalan depan rumahnya lantaran aktifitas proyek bukan kepentingan warga. “Kalau kendaraan milik penghuni perumahan yang baru, tidak masalah. Tapi kalau kendaraan proyek, kami tetap menolak,” tambahnya.  

Anton juga tidak mau, meski pengembang akan mengganti fasilitas dan rumah warga yang retak. “Perumahan yang kami tempati ini ya Pak Roy pengembangnya. Tapi sekarang kan sudah tidak ada hubungannya dengan Pak Roy. Janji-janji Pak Roy luput. Sisa jalan paving dan gapura belum diselesaikan,” katanya.

Sedangkan Roy Amran saat diklarifikasi menyatakan, sebelum memulai proyek perumahannya sudah permisi kepada warga. Pertemuan yang digelar di mushala bersama warga sudah ada kesepakatan, sehingga proyeknya dimulai dan pagar yang menutup akses jalan  dijebol. “Dalam rapat itu, kami bersedia memenuhi apa yanghdiinginkan warga. Akhirnya, kita sepakat,” ujarnya.

Tentang kehtidakhadirannya saat diundang warga, Roy Amran sudah memberitahu alasannya melalui grup WA warga perumahan. Ia tidak hadir karena pagi harinya vaksinasi dan sore harinya tetangganya meninggal akibat Covid-19. ”Sudah kami jelaskan. Bahkan, keinginan warga dicatat ddan diserahkan ke kami,” katanya.

Terkait sisa paving yang belum diselesaikan dan janji gapura yang belum dibangun, Roy mengatakan dua pekerjaan yang dijanjikan sudah dimulai pembangunannya. Soal rapat yang akan digelar di kantor kelurahan setempat, Roy membenarkan. “Senin besok pertemuannya. Kelurahan yang menfasilitas,” ujarnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel