Hukum & Kriminal

Rencanakan Pembunuhan ke Mantan Bos, Pemuda Besuk Ditangkap


PAJARAKAN –  Babul Bahri (36), warga Desa Sindetlami Kecamatan Besuk  harus mendekam di balik jeruji besi. Ia diamankan pihak kepolisian lantaran melakukan tindak pidana upaya pembunuhan berencana. Aksi itu dilakukan untuk membalaskan dendam, dibungkus dalih hendak membeli perumahan yang dikelola korban.

 Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi menyampaikan, kejadian itu terjadi pada Sabtu (23/1) lalu. Saat itu tersangka Babul dengan menggunakan nomor barunya, menghubungi korban Himam Wajidi (45), warga asal Situbondo. Tersangka berencana melihat tanah kavling yang dikelola oleh korban di Desa Maron Wetan Kecamatan Maron.

Mereka lantas bertemu di lokasi tanah kavling tersebut untuk melihat letak keberadaan tanah yang dijual korban, pada Selasa (2/2). Tersangka Babul yang mengaku bernama Aat, tiba-tiba berdalih akan datang telat. Sebagai gantinya, ia mengutus anaknya lebih dulu untuk datang ke lokasi.

Kemudian muncul seorang laki-laki di lokasi tersebut. Korban mengira pria tersebut merupakan utusan tersangka untuk datang lebih dulu. Korban lantas mengajak tersangka untuk melihat posisi tanah tersebut. Saat situasi sepi dan gelap, pria tersebut langsung mengeluarkan seutas kabel warna biru dari sakunya.

Kabel itu pun dililitkan tersangka pada leher korban. Sontak Himam kaget dan melakukan perlawanan sekuat tenaga. Kabel yang mengikat di lehernya berhasil dilepasnya. Setelah itu korban berlari menyelamatkan diri dan berteriak minta tolong kepada warga sekitar.

“Dari kejadian itu, korban langsung melaporkan nasib yang menimpanya pada pihak kepolisian. Kami segera melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti,” ungkap Kapolres saat merilis kasus tersebut, kemarin (8/7).

Dari bukti yang didapat kepolisian, pihaknya berhasil mengantongi identitas tersangka. Rupanya tersangka yang berpura-pura mengaku Aat tersebut adalah Babul Bahri, yang mana pernah bekerja bersama korban. “Tersangka ini pernah kerja ikut korban sebelumnya,” jelas Kapolres.

Saat dilakukan penangkapan, tersangka melarikan diri keluar kota. Sempat tersangka satu ini masuk ke daftar pencarian orang (DPO). Setelah pihaknya mendapat kabar tersangka pulang ke rumahnya, tim kepolisian segera mungkin mengrebek rumah tersangka. “Akhirnya tersangka berhasil diamankan. Tersangka juga mengakui atas perbuatannya. Kini tersangka bersama barang bukti sudah berada di tahanan,” kata dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Riski Santoso mengatakan, aksi yang dilakukan tersangka itu merupakan dendam lama yang terluapkan. Tersangka pernah merasa sakit hati saat bekerja sebagai kuli pada korban. “Sehingga tersangka berani melakukan itu,” ujarnya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel