Hukum & Kriminal

Polresta Probolinggo Bekuk Maling dan Penadah Sapi Curian


PROBOLINGGO – Seorang tersangka penadah dan dua pelaku maling sapi, berhasil ditangkap Satreskrim Polres Probolinggo Kota. Tak hanya itu, barang bukti berupa 5 ekor kambing dan 7 ekor sapi ukuran besar dan kecil, turut diamankan.

Para tersangka yang diamankan ialah Le yang berperan sebagai penadah. Warga  Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo ini diamankan di rumahnya, pada Selasa (6/7) malam.

Sedangkan pelaku curwan (pencurian hewan) yang dibekuk ialah Edi Darsun, warga Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Berikutnya, Rohman, warga Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Keduanya ditangkap pada  Rabu (7/7) siang.

“Edi Darsun ditangkap di Pasar Bawang, Dringu. Kalau Rohman kami amankan di rumahnya saat tidur,” ujar Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono, Rabu (7/7).

Saat disergap, Darsun sempat kabur ke pesawahan dengan tangan terborgol. Ia berhasil ditangkap setelah kakinya dilumpuhkan dengan timah panas. Begitu juga dengan Rohman. “Penadahnya hanya satu orang, dan sudah kami amankan sebelumnya. Palakunya, masih dua orang yang kami tangkap. Masih ada lagi,” terang AKP Heri.

Dijelaskan, tersangka yang ditangkap awal atau pertama kali adalah penadah. Kemudian mengembang ke beberapa pelaku. Penangkapan dilakukan setelah Kasatreskrim mendapat informasi dari masyarakat. “Barang bukti itu kami amankan di beberapa tempat,” jelas AKP Heri Sugiono di mapolresta.

Dari kasus ini, hewan piaraan yang diamankan diikat di halaman parkir mapolresta. Masing-masing adalah 4  sapi berukuran besar dan 3 ekor sapi anakan. Berikutnya 3 domba, berikut seekor kambing yang baru lahir beberapa hari lalu. Tak sedikit warga yang kehilangan hewan ternak, melihat barang bukti ternak tersebut.

Siti Asia (38), salah sorang yang mengaku kehilangan sapi, belum berani memastikan  apakah sapinya termasuk yang diamankan di mapolresta tersebut. “Kalau melihat ciri-cirinya, ya. Tapi belum pasti,” katanya.

Menurutnya, sapi jenis limousine miliknya berbulu coklat. Sapi yang dipelihara 6 bulan tersebut sudah lama hilang. Sapinya dibeli seharga Rp 18 juta, dan dimaling tiga hari sebelum tahun baru 2021. Dari tiga ekor sapi yang dipelihara, hanya seekor yang dibawa kabur pencuri. “Yang paling besar yang diambil. Dua ekor yang lebih kecil tidak dicuri,” ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Asia, sebelum sapinya hilang, ia disarankan untuk menjualnya. Namun, ia tidak mau lantaran ukuran sapinya masih kurang besar. Asia kepingin sapinya laku Rp 25 juta. “Saat itu ditaksir laku Rp 22 juta. Tapi tidak saya jual karena kurang besar. Kalau laku Rp 25 juta, saya jual,” kata Asia. (gus/iwy)


Bagikan Artikel