Hukum & Kriminal

Perangkat Desa Gelapkan Dana PKH, Rp 93 Juta Digunakan Tanam Kentang


PAJARAKAN –  Sukriyo (51), seorang perangkat Desa Wonokerso Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo harus mempertanggung-jawabkan perbuatannya. Ia diamankan polisi lantaran menggelapkan dana PKH (Program Keluarga Harapan) milik ratusan warganya di masa pandemi ini. Tercatat dana bantuan yang digelapkan tersangka mencapai Rp 93 juta.

“Tersangka ini memangkas dana bantuan warganya sendiri. Kalau yang cair 3 bulan, tersangka bilangnya cuma cair sebulan. Dana untuk dua bulannya diambil,” kata Kapolres Probolinggo, AKBP Teuky Arsya Khadafi, saat merilis kasus ini Rabu (7/7).

Tersangka yang menjadi kepala dusun di desanya itu memegang kartu PKH milik 180 warganya. Setiap ada pencairan, dana tersebut diambil dengan diwakili oleh tersangka. Sehingga warga hanya terima dana bantuan itu sesuai apa yang disampaikan tersangka tanpa mengetahui rincian pencairannya.

“Desanya kan ada di pegunungan. Untuk pencairan kan jauh. Jadi dititipkan ke tersangka ini secara kolektif. Tapi oleh tersangka justru disalah-gunakan. Sementara ratusan warganya yang menitip pencairan sudah terlanjur percaya pada tersangka,” ungkap Kapolres.

Aksi tersebut sudah dilakukan tersangka sejak tahun 2019 hingga masa pandemi ini. Dana yang dikepras oleh tersangka selama ini mencapai Rp 93 juta. Setiap pencairan tersangka selalu memotong dana bantuan setiap warganya sebelum diserahkan. Jika dana yang cair selama tiga bulan, maka yang diberikan pada warganya hanya sebulan atau dua bulan. Sisanya masuk kantong tersangka sendiri.

Dana hasil korupsi uang rakyat itu kemudian digunakan oleh tersangka untuk kebutuhan keluarganya dan pertaniannya.“Tersangka ini sudah dipecat dan diberhentikan jadi perangkat desa sejak ditahan. Dari tangan tersangka kami amankan 46 rekening koran beserta buku rekening, serta satu buah buku catatan berisi nama penerima PKH yang uangnya belum diserahkan,” ungkapnya.

Sukriyo alias Pri,  mengaku tidak ada niatan untuk memakan uang hak warganya. Bantuan sosial PKH itu bisa ia simpan beberapa agar dapat diserahkan kemudian ke masing-masing rumah warga. Namun saat pandemi ini, uang itu digunakan untuk menutupi modal tanam kentang. Tetapi ternyata ia mengalami gagal panen.

“Terpaksa saya gunakan untuk kebutuhan pertanian. Uang itu saya pinjam untuk modal tanam kentang, tapi kurang. Jadi terlanjur sudah,” katanya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel