Hukum & Kriminal

Puskesmas Jati Laporkan Penipu Loker, Per Orang Sempat Transfer Rp 50 Ribu


PROBOLINGGO – Puskesmas Jati, Kota Probolinggo, melaporkan seseorang berinisial HA, atas dugaan penipuan lowongan pekerjaan (loker). Hal itu dilakukan lantaran pria yang belum diketahui tempat tinggalnya tersebut dirasa telah mencoreng nama baik Puskesmas Jati.

Hal tersebut diungkap Plt Kepala Puskesmas Jati dr. Endah Ayu Lestari didampingi Ratih Damayanti, tim kreatif puskesmas, Kamis (1/7). Disebutkan bahwa pihaknya melaporkan HA yang merupakan pemilik sebuah rekening bank swasta yang diduga telah menerima setoran dari warga yang ingin bekerja di puskesmas.

Padahal, menurut dokter Endah, di Puskesmas Jati tidak ada loker. Postingan lowongan pekerjaan yang ada di akun instagram  “Infolokerprobolinggo” itu disebutkan tidak benar atau hoax. Puskesmas telah mencoba menghubungi pemilik akun Infolokerprobolinggo, namun tidak ada tanggapan hingga tiga hari. “Rabu kemarin baru dijawab. Ini pemilik akunnya ke sini,” kata dokter Endah.

Puskesmas menghubungi admin akun Infolokerprobolinggo, karena banyak warga yang datang ke puskesmas. Mereka menanyakan kebenaran adanya loker, mengingat sudah ada yang mentransfer uang ke rekening atas nama HA. “Rata-rata mereka transfer Rp 50 ribu. Katanya untuk biaya pembuatan surat imunisasi,” ujarnya.

Dokter Endah dan Ratih sudah menyarankan kepada korban untuk melapor ke Polres Probolinggo Kota. Namun mereka tidak mau, lantaran tidak memiliki bukti transfer, apalagi uang yang disetor dinilai sedikit, hanya Rp 50 ribu per orang. “Akhirnya kami yang melapor. Bukan soal uangnya. Karena perbuatan HA ini telah mencoreng nama baik puskesmas,” tambahnya.

Sementara, Maulana Haidir (23) selaku admin akun Infolokerprobolinggo mengatakan, kedatangannya ke Puskesmas Jati adalah untuk klarifikasi terkait postingan loker di akunnya. Menurutnya, informasi loker tersebut bukan dari dirinya, tetapi kiriman akun bernama Ikaratnasari253. “Akun itu men-Direct Message (DM) kami. Meminta info loker-nya diposting diakun saya, Infolokerprobolinggo,” jelasnya.

Usai diposting pada Minggu (27/6), Maulana Haidar selama tiga hari tidak membuka atau mengecek akunnya. Baru pada Rabu (30/6) Maulana membuka akun instagramnya. Ternyata, banyak Direct Massage maupun komentar yang menginformasikan kalau loker yang diposting itu hoax.

Maulana sempat membaca DM dari Puskesmas Jati yang isinya meminta pemilik akun segara datang ke puskesmas untuk klarifikasi. Selain itu, puskesmas meminta informasi loker yang dimaksud di-take down.

“Baru hari ini saya sempat ke sini. Kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami bersalah telah memosting informasi yang tidak benar, dari orang lain,” kata Maulana kemarin. (gus/iwy)


Bagikan Artikel