Hukum & Kriminal

Berantas Premanisme, Polres Probolinggo Kota Amankan 10 Orang


PROBOLINGGO – Seorang relawan pengatur arus lalu lintas atau yang lebih dikenal dengan istilah polisi cepek, Senin (14/6) diamankan. Selain itu, turut diamankan pula 9 remaja yang biasa mangkal di pertigaan pertokoan King dan biasa bermalam di Pasar Gotong Royong.

Mereka diamankan petugas dalam operasi berantas aksi premanisme. Sebab, ulah para preman di jalanan dirasa mengganggu dan meresahkan  masyarakat. Operasi yang digelar Senin sore itu dilakukan Satlantas  Polres Probolinggo Kota.

Operasi yang dipimpin langsung Kasat Lantas AKP Roni Faslah itu berlangsung di titik rawan terjadinya aksi premanisme, meliputi pusat keramaian, pertigaan atau perempatan serta di jalur padat kendaraan. Jalur yang dimaksud ialah pertigaan King di Jalan Panglima Sudirman dan pertigaan Jalan Raden Wijaya, hingga jalur selatan.

“Dalam giat ini kita berhasil menjaring 10 orang berbagai usia. Selanjutnya kita bawa ke markas Polresta,” ujar Kasatlantas AKP Roni usai operasi kemarin sore.

Menurutnya, mereka yang terjaring dalam operasi preman tersebut dimintai keterangan, dilanjutkan pendataan. Jika nantinya terbukti melakukan aksi premanisme, mereka akan ditindak sesuai hukum yang berlaku. Untuk sementara, mereka yang berhasil diamankan meliputi remaja yang biasa ngamen di jalan dan  pengatur arus lalu lintas atau biasa disebut polisi cepek.

“Kalau terbukti  melakukan aksi premanisme, ya kita jerat dengan hukum. Kan aturannya sudah jelas. Sementara ini yang kita amankan pengamen dan polisi cepek. Kita lakukan pembinaan,” ujarnya.

Untuk pengamen, lanjut Kasat, dihimbau agar tidak memaksa kepada pengguna jalan. Kepada polisi cepek, pihaknya akan menstransfer pengetahuan soal tata cara mengatur lalu lintas. Selama ini, kata AKP Roni, polisi cepek lebih mendahulukan dan fokus kepada pengendara yang memberi upah. “Tidak memperhatikan pengendara atau pengguna jalan lain. Tindakan tersebut membahayakan dirinya dan pengendara lain,” tambahnya.

Jika polisi cepek melihat ada pengendara yang memberi upah atau uang, mereka yang didahulukan atau diutamakan. “Itu sangat berbahaya dan berpotensi terjadinya kecelakaan. Ke depan kami akan menggelar operasi serupa, hingga Kota Probolinggo bebas dari aksi premanisme,” kata AKP Roni. (gus/iwy)


Bagikan Artikel