Hukum & Kriminal

Dilaporkan Perkosa Remaja 3 Hari Beruntun, Biduan Dangdut Probolinggo Membantah


PROBOLINGGO – Kasus dugaan perkosaan remaja lelaki berinisial FU (16), oleh seorang penyanyi dangdut, masih diproses Polres Probolinggo Kota. Nah, DAP (28), penyanyi dangdut yang dilaporkan polisi pada 10 April lalu, baru Minggu (13/6) siap angkat bicara. DAP membantah tuduhan memperkosa FU.

Bertempat di rumahnya, DAP kemarin memberi keterangan kepada wartawan dengan didampingi pengacara SW Djando Gadohoka. DAP menunjuk Djando sebagai pengacaranya sejak 9 Juni lalu.  

Meski berhadapan dengan media, DAP tidak memberikan keterangan langsung. Dengan tangan kanannya masih tertancap jarum infus, DAP memberikan klarifikasi melalui pengacaranya.

Melalui Djandjo, DAP membenarkan kenal pertama kali dengan FU di sebuah acara resepsi pernikahan di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Dalam kesempatan itu, DAP hadir sebagai penyanyi. Sedangkan FU datang sebagai kameramen. “Dari sana mereka berdua kenalan. Bertemu kalau pas ada acara dangdutan,” kata Djando.

Tentang tuduhan bahwa DAP memperkosa FU tiga hari berturut-turut, Djando menyatakan hal itu tidak benar. DAP tidak pernah berduaan dengan FU tiga hari berturut-turut. DAP dan FU hanya bertemu dua kali setelah berkenalan di Kecamatan Tiris. Pertama di  rumah kos DAP di Desa Muneng, dan kedua kalinya di rumah yang kini ditempati DAP di Kelurahan Kanigaran.

Saat bertemu di rumah kontrakan di Muneng itu, DAP ditemani 2 rekannya, ibu, dan calon suami DAP.  Saat itu FU datang atas kehendak sendiri, bukan atas permintaan atau undangan DAP. “DAP tidak pernah mengajak atau menelepon pelapor agar datang ke Muneng. FU datang sendiri karena mau surprise dan mengucapkan selamat ulang tahun,” jelasnya.

Sedangkan saat datang di rumah di Kelurahan Kanigaran, FU diajak 2 rekan DAP. Tujuannya untuk ikut membantu mengangkat barang-barang milik DAP karena hari itu pindahan. “Pelapor (FU) bantu pindahan, diajak dua karib DAP. Angkat-angkat barang,” tambah Djando.

Ditambahkan, DAP  juga tidak pernah mengajak FU ke rumah kosnya di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan. Sebab, DAP tidak pernah kos di kelurahan tersebut. “Memang DAP pernah ke Ketapang, tapi rumah kos temannya. Kalau ke sana, tidak pernah dengan pelapor,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu Djando menjelaskan bahwa sehari setelah dilaporkan FU, DAP dengan kesadaran sendiri mendatangi markas Polres Probolinggo Kota. Saat itu DAP sempat dimintai keterangan oleh penyidik. “Bukan dipanggil, tetapi datang dengan kesadaran sendiri. DAP ke mapolresta setelah baca berita di media,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, FU dengan didampingi bapaknya, melaporkan DAP ke Polres Probolinggo Kota. FU mengaku tiga hari tidak pulang, dicabuli DAP di tempat berbeda. Sampai saat ini kasus sumir tersebut masih dalam penanganan Polres Probolinggo Kota. Polres belum  menetapkan tersangka dalam kasus ini. (gus/iwy)


Bagikan Artikel