Hukum & Kriminal

Tertipu Arisan Online, Emak-Emak Probolinggo Lapor Polisi


PAJARAKAN – Terjadi lagi emak-emak yang tertipu arisan online. Tiga ibu rumah tangga asal Kabupaten Probolinggo tertipu arisan online yang dikelola oleh seorang warga Jember. Rabu (2/6) sore tiga emak-emak yang merugi hingga puluhan juta rupiah itu melapor ke Polres Probolinggo.

Tiga emak-emak itu ialah Adelia Rabi Permatasari (23), warga Desa Brabe, Kecamatan Maron; Adela Ismi Sandra (23), warga Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris; dan Agustin Lutfi Prihatin (27), warga Desa Sumberpoh, Kecamatan Maron. Sore kemarin mereka mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Probolinggo, melaporkan pasal duit arisannya yang raib.

Kepada polisi, mereka melaporkan HR (32), owner arisan online Raisa, yang berasal dari Jember. Si owner itu merupakan istri salah seorang anggota.

Tiga perempuan yang mengadu ke polres mengaku mengikuti arisan itu sejak awal tahun ini. Selama empat bulan pertama, arisan tersebut berjalan lancar. Namun sejak pekan pertama April, aktifitas arisan tersebut mulai semrawut. Mereka telah mengirimkan uang sekira Rp 40 juta. Namun, hingga kini tak ada kabar kejelasan uang itu.

“Yang ikut itu tidak hanya kami, tapi yang melapor ke pihak kepolisian masih kami bertiga ini. Kalau ditotal keseluruhan, sama yang belum laporan, itu kerugiannya sampai sekitar Rp 500 juta,” kata Agustin saat ditemui di ruang SPKT Polres Probolinggo.

Sejatinya, sambung Agustin, pihaknya dengan anggota lainnya sudah mendatangi kediaman terlapor di Kabupaten Jember.Akan tetapi tidak membuahkan hasil, meskipun sempat terjadi sedikit cekcok mulut dengan anggota di lokasi.

“Ada 4 mobil yang datang kesana ingin bertemu dengan dia (terlapor) tapi tetap tidak ada hasilnya. Bahkan kami juga mendapatkan ancaman jika melaporkan kasus ini kepada polisi, uang kami tidak akan dikembalikan,” ungkap dia.

Sementara, petugas SPKT Polres Probolinggo Brigpol Afanza menyampaikan, pihaknya sudah menerima laporan ketiga ibu rumah tangga yang merasa ditipu arisan online. Menurut dia, beberapa bukti sudah dia terima, salah satunya bukti percakapan terlapor dengan anggota arisan lainnya. “Sudah, sudah kami terima. Selanjutnya, sesuai prosedur yang ada, akan kami sampaikan kepada pimpinan untuk proses lebih lanjut,” tutur dia. (yek/iwy)


Bagikan Artikel