Hukum & Kriminal

Taat Hadiri Nikah Putrinya

SUMRINGAH: Kedua mempelai dan keluarga saat berfoto bersama di pelaminam.

GADING – Taat Pribadi yang berjuluk Dimas Kanjeng Taat Pribadi bisa menghadiri pernikahan  putrinya di padepokannya di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading Kabupaten  Probolinggo, Rabu (16/1). Terpidana kasus penipuan dan pembunuhan ini bisa keluar dari  penjara karena telah mendapat izin cuti dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM).

Ya, Taat Pribadi kemarin menikahkan putrinya, yaitu Syarifatul Wahidah yang dipersunting  Uci Rahmad Aminuddin, seorang pria asal Makassar.

Saat hadir dalam prosesi pernikahan tersebut, Taat didampingi oleh sejumlah pengurus padepokan. Namun, bukan hanya pengurus padepokan yang ada di sekitar Taat Pribadi. Pria yang disebut mampu menggandakan uang itu juga dipantau ketat oleh 285 personel Polres Probolinggo. 

Sebelum Taat Pribadi datang di lokasi resepsi, ada ratusan personel kepolisian yang lebih dulu sibuk mengamankan lokasi. Pasalnya, ada pihak tertentu yang disebutkan tidak mengharapkan kehadiran Taat Pribadi. Karena ada potensi kericuhan, maka personel Polres Probolinggo yang bertugas di lokasi bersiaga dengan dilengkapi senjata. 

Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan, ada sekitar 285 anggotanya yang dikerahkan untuk bersiaga di sekitar lokasi acara pernikahan putri Taat Pribadi. Menurutnya, memang ada kekhawatiran terjadi bentrok antar massa pendukung dengan yang  tidak suka pada Taat Pribadi.  Terlebih saat ini Taat Pribadi telah berstatus terpidana.

“Kami melakukan pengawalan dengan mengerahkan ratusan anggota kepolisian. Namun di lokasi tidak ada pengawalan khusus pada yang bersangkutan. Kami hanya mengamankan lokasi, karena dikhawatirkan terjadi kontra oleh pihak-pihak yang tak menyukainya,” ujar AKBP Eddwi. 

Menurutnya, Taat Pribadi bisa keluar dari Rutan Medaeng, Sidoarjo, dan menghadiri acara pernikahan putrinya karena sudah mendapat izin resmi. Taat lebih dulu mengajukan permohonan izin pada Kemenkum HAM. Dan permohonan itu dikabulkan. Karena itu, kedatangan Taat di Gading kemarin juga dikawal oleh petugas dari Rutan Medaeng.

“Sudah mendapatkan izin. Tetapi izinnya tidak lama. Hanya cukup untuk hadir dan menikahkan putrinyaa. Terpidana Taat Pribadi tidak mengikuti prosesi acara resepsi hingga selesai. Sekitar satu jam di sana. Setelah itu ia langsung kembali (ke Rutan Medaeng, red),” jelas Kapolres.

Lebih Banyak Diam

DIMAS Kanjeng Taat Pribadi kemarin (16/1) memang mengagetkan publik Probolinggo. Pasalnya, pemimpin Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi itu mendadak hadir di acara pernikahan putrinya yang dihelat di halaman padepokan di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo.

Yang menikah itu adalah putri sulung Taat Pribadi, yaitu Syarifatul Wahidah. Kemarin Syarifatul Wahidah resmi dipersunting oleh Uci Rahmad Amiruddin, asal Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam acara itu Taat Pribadi lebih banyak terdiam.

Di acara pernikahan putrinya itu, Taat Pribadi mengenakan perpaduan busana batik dengan kepala terbalut sorban warna hijau. Sedangkan tenda pernikahan digelar di halaman Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Namun, bagian gedung padepokan itu masih terlihat terpasang garis polisi.

Syarifatul Wahidah adalah buah hati Taat Pribadi dari istri pertamanya, yaitu Rahma Hidayati. Taat menikahi Rahma sekitar tahun 1994. Sejoli itu bertemu karena sama-sama murid kesayangan Abah Ilyas.

Rahma kebetulan adalah tetangga Taat Pribadi. Bahkan keluarga Rahma yang tergolong kaya, menghibahkan tanahnya seluas dua hektare kepada Taat Pribadi. Tanah itu kemudian dibangun menjadi Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang ada saat ini.

Pernikahan Taat dengan Rahma dikaruniai tiga orang anak. Setelah Syarifatul Wahidah, ada kembar Raderi dan Radeni.

Sementara itu, Kades Wangkal H Syamsuri mengatakan, prosesi pernikahan putri Taat Pribadi kemarin berlangsung lancar dan khidmat. Bahkan Kades Syamsuri menjadi saksi langsung di dekat meja akad.

Menurutnya, Taat Pribadi mewakilkan pembacaan akad pada modin. “Saya hadir di sana sebagai saksi nikah. Saya duduk agak di belakang modin. Jadi, dari posisi saya, Taat Pribadi tidak kelihatan. Dia duduk di sebelah modin,” jelasnya.

Syamsuri juga mengatakan, Taat Pribadi datang sejak pagi sebelum acara dimulai. Kedatangannya berdurasi sekitar satu jam lebih. Pasalnya, Taat sempat berfoto bersama di pelaminan. Setelah itu baru Taat dikawal petugas kembali ke Rutan Medaeng. 

Kedatangan Taat Pribadi di acara pernikahan putrinya kemarin mendapat atensi serius Polres Probolinggo. Maklum, Taat Pribadi saat ini berstatus terpidana kasus penipuan dan pembunuhan.

Taat telah menjalani masa kurungan penjara 1 tahun 4,5 bulan terhitung sejak divonis PN Kraksaan, Selasa 1 Agustus 2017. Taat menjalani akumulasi hukuman 21 tahun penjara dalam pidana pembunuhan Abdul Gani sejumlah 18 tahun, dan pidana penipuan penggelapan yang berupa penggandaan uang sejumlah 3 tahun. (yek/ra/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan