Hukum & Kriminal

Penyerang Nun Aka Genggong Mengalami Gangguan Jiwa


PAJARAKAN – Nun Ahsan Qomaruzzaman, salah satu pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, diserang oleh M. Hasanuddin, Sabtu (15/5) siang pekan lalu. Si pelaku yang merupakan warga Desa Brabe, Kecamatan Maron, telah ditangkap selang beberapa jam setelah kejadian. Polres Probolinggo menyatakan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa.

Kapolres Probolinggo AKBP Ferdi Irawan dalam pers rilis di Mapolres setempat, Jumat (21/5) mengatakan, pihaknya telah melakukan proses penyidikan terhadap pelaku. Pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“Ternyata terduga pelaku mengalami gangguan kejiwaan,” kata Kapolres Ferdi.

Rilis tersebut dihadiri oleh Mahfud, ayah dari pelaku. Pihak korban, yakni Nun Ahsan Qomaruzzaman juga hadir, didampingi Nun Hassan Ahsan Malik, seorang kerabatnya.

Kapolres menerangkan, pelaku diketahui mengalami gangguan jiwa itu setelah pihaknya berkoordinasi dengan Rumah Sakit dr. Moh. Saleh Kota Probolinggo dan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Malang.

“Berdasarkan keterangan dokter, pelaku mengalami gangguan kejiwaan. Sekarang pelaku menjalani pemeriksaan di RSJ Malang,” ungkap Perwira Polisi asal Medan ini.

Selain keterangan dokter, Mahfud, ayah dari pelaku juga mengakui hal tersebut. Sejak kelas 1 SMP, pelaku memang sudah memiliki kelainan kejiwaan. Sebelum peristiwa penyerangan, pelaku sering diperiksa secara medis oleh keluarganya.

“Kami mohon maaf beribu maaf atas kesalahan anak kami, yang telah membuat gaduh, terutama kepada keluarga besar Zainul Hasan Genggong, kepolisian dan masyrakat di seluruh Indonesia. Kejadian ini adalah murni kesalahan dari pihak kami,” kata warga Desa Brabe, Kecamatan Maron ini.

Sementara itu, Nun Ahsan Qomaruzzaman menyatakan, dirinya selaku korban penyerangan sudah memaafkan apa yang dilakukan pelaku. Ia berharap hal serupa tidak terjadi pada orang lain.

“Kami sudah memaafkan. Perlu kami jelaskan, yang dilempar itu bukan piring, tapi nasi. Jadi, kabar yang beredar di media sosial itu perlu diluruskan,” ungkap pria yang akrab disapa Nun Aka itu.

Hal senada juga disampaikan Nun Hassan Ahsan Malik. Pria dengan sapaan akrab Nun Alex itu menyampaikan, ia berharap pelaku tidak datang ke wilayah Genggong jika nantinya sudah pulang.

“Tujuannya agar nanti tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun yang pasti kami telah memaafkan kejadian itu,” ungkap Kepala Biro Keamanan Pesantren Zainul Hasan Genggong ini. (yek/eem)


Bagikan Artikel