Hukum & Kriminal

Hanya Sepekan, 15 Kambing milik warga Probolinggo Digondol Maling


PROBOLINGGO – Aksi pencurian hewan (curwan) terjadi beruntun di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo, hanya dalam kurun waktu sepekan. Sejumlah 15 kambing milik dua warga Pilang amblas dicuri.

            Dua orang yang bernasib nahas itu ialah Usman (58) dan Mistari (70), yang sama-sama warga RW 1 Kelurahan Pilang. Usman kehilangan 10 kambing pada Selasa (27/4) lalu. Sedangkan Mistari kehilangan 5 kambing pada Senin (3/5) dini hari.

Saat dikonfirmasi Rabu (5/5) siang, Usman dan Mistari membenarkan terjadinya pencurian itu. Usman menyatakan, 10 dari 12 ekor kambingnya dibawa kabur kawanan pencuri.  Pencuriannya terjadi sekitar pukul 03.00, saat Usman hendak shalat tahajud dilanjut makan sahur.

Pria yang pernah bekerja di pabrik PT Kertas Leces itu mengatakan, tidak ada kandang yang dirusak oleh pelaku. Sebab, 10 ekor kambing yang dicuri itu berada di luar kandang. Tempat tersebut hanya dibatasi pagar bambu dan pintunya tidak digembok. “Yang 2 ekor tidak ikut dicolong, karena ada di dalam kandang,” kata Usman.

Saat pelaku beraksi, Usman mengaku tidak mendengar suara gaduh sama sekali. “Tidak ada yang dirusak. Pelaku tidak masuk kandang, hanya kambing yang di luar kandang yang diambil,” ujarnya.

Ditanya kerugiannya, Usman menjawab belasan juta rupiah. Kambing tersebut dipelihara lebih dari 5 bulan. Sebagian akan dijual kalau ada yang menawar. Ia juga tidak tahu apakah sepuluh kambingnya diangkut kendaraan oleh pelaku, atau dituntun. “Saya enggak tahu,” ujarnya. 

Sementara, Kasiyati (59), istri Mistari, mengatakan kalau 5 ekor kambingnya dicolong kawanan maling pada Senin dini hari. Hal tersebut diketahui saat dirinya hendak memberi pakan kambingnya. “Sebelum sahur, suami saya mau memberi pakan. Eh, enggak tahunya kambingnya sudah tidak ada,” katanya.

Ia berterus terang tidak mendengar suara apapun. Selain karena nyenyak tidur, posisi kandang juga jauh dengan rumah tinggalnya. Sekitar 50 meter di belakang rumahnya. Akibat kejadian itu, kini Mistari tdak memiliki kambing sama sekali. “Ya, sudah tidak ada. Kan dicolong semua,” ujar Mistari.

Menurutnya, tidak ada satupun warga yang mengetahu aksi pencurian tersebut. Mengingat, kandangnya jauh dari pemukiman warga. Diduga, 5 ekor kambing seharga Rp 7,5 juta tersebut diangkut kendaraan oleh pelaku. “Kan jalan keluar-masuk kuburan tidak ada pintunya. Ya, lewat di sana,” katanya.

Kambing itu dipelihara dan akan dijual saat Idul Adha. Mistari biasa membeli kambing setengah tahun sebelum Idul Adha untuk dibesarkan. Kambing tersebut dibeli Mistari dengan  hasil mengayuh becak, ditambah hasil penjualan kembing sebelumnya. “Ya, lama punya kambing lagi. Kan kami nggak punya uang untuk membeli. Nyelengi lagi dari hasil mbecak,” katanya.

Sementara, Ketua RT 3 – RW 1 Kelurahan Pilang Eka Sulistyowati berharap, jalan keluar-masuk kuburan diberi pintu dan digembok. Upaya tersebut dilakukan agar tidak ada warga yang kemalingan lagi. “Hanya itu upaya kami. Soal kamling, di sini sudah tidak ada. Warga menjaga kemamanannya masing-masing,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel