Hukum & Kriminal

Berdalih Belikan HP, Perempuan Colong Motor


PROBOLINGGO – Pencurian sepeda motor dengan iming-iming handphone (HP), terjadi di Kota Probolinggo. Korbannya Nabila Dwi Amalia (17), warga Jalan Cempaka, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Kademangan. Sedangkan pelakunya seorang perempuan.

Sepeda motor matik Nabila hilang saat berada di konter Gedank Cell di Jalan Cokroaminoto. Pelakunya seorang perempuan yang hendak membelikan HP. Saat dikonfirmasi  Selasa (27/4) sekitar pukul 15.00, Nabila membenarkan, kejadian yang dialaminya.

Aksi pencurian tersebut berlangsung Senin (26/4) sekitar pukul 11.30. Siang itu, korban tengah membeli HP bersama pelaku yang mengaku bernama Nia, asal Mojokerto. Begitu korban berada di lantai Gedank Cell, sepeda motor yang diparkir depan konter dibawa kabur pelaku.

Nabila mengaku kenal dengan pelaku sebelum Ramadan. Perempuan tersebut mulanya makan bersama seorang pria. Mereka datang dengan mengendarai sepeda motor Vixion. “Kenalnya di sini ini, warung ibu,” cerita Nabila saat ditemui di warung kopi yang dikelola orang tuanya di Stadion Bayuangga.

Menurutnya, Nia mengaku kontrak rumah di Jalan Mastrip dan baru membuka toko serba ada (toserba) di sekitar Pasar Gotong Royong. Pada pertemuan pertama itu, pelaku mengajak korban bekerja di tokonya. Beberapa hari kemudian, pas bulan Ramadan, Nia bertandang ke rumah Nabila dengan seorang anak yang diakui anaknya.

Lalu pada Senin siang itu, Nia bertandang lagi ke rumah Nabila dengan seorang perempuan. Kali ini perempuan tersebut diaku sebagai seorang karyawannya. Mereka tidak masuk ke rumah korban, dan langsung pulang. “Ibu itu ngasih gelang ke saya. Langsung dimasukkan ke lengan saya,” ujarnya.

Awalnya Nabila menolak, namun karena dipaksa, gelang yang ternyata imitasi tersebut tetap berada di lengannya. Setelah itu, pelaku meminta antar ke salah satu bank untuk transfer uang. “Yang nyetir ibu itu. Mau ke bank, katanya untuk bayar barang yang ada di tokonya,” jelas Nabila.

Melihat antrian di bank, Nia mengurungkan niatnya ke bank. Pelaku mengajak ke konter, berdalih membelikan HP untuk korban. HP tersebut sebagai fasilitas saat korban bekerja di toko milik pelaku. Usai memilih HP yang dibelinya, Nabila diajak salah satu petugas konter ke lantai dua. Tujuannya untuk closing sekaligus mengaktifkan HP yang dibeli.

Nabila kemudian turun ke lantai satu untuk menyerahkan nota pembelian ke pelaku. Namun, Nabila kaget melihat sepeda motornya sudah lenyap dari tempat parkir. “Sempat kami tunggu, namun enggak datang-datang. Karena saya yakin motor dicuri, saya nelepon kakak saya,” jelasnya.

Beberapa saat kemudian, orang tua Nabila melaporkan kejadian tersebut ke Polres Probolinggo Kota. Nabila menyatakan, STNK sepeda motor bernopol N 6937 SB tersebut juga ikut dibawa kabur pelaku, karena ditaruh di bagasi sepeda motornya.

Saat ditanya, apakah merasa kena gendam oleh pelaku,  Nabila tidak berani memastikan.  “Saya diajak ke mana-saja ngikut, enggak berontak. Tapi dalam perjalanan saya sadar dan ingat,” katanya.

Sementara, Nawawi, salah satu petugas parkir di depan konter Gedank Cell membenarkan ada sepeda motor salah satu pembeli hilang, Senin siang. Hanya, ia tdak tahu nama pemilik dan pelakunya. “Ya, pelakunya perempuan berjilbab. Katanya, pelaku meminjam sepeda motor ke salah satu pembeli. Diberi, terus dibawa kabur,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel