Hukum & Kriminal

Bisnis Prostitusi Masih Marak , 22 PSK Terjaring Operasi Pekat Semeru


PAJARAKAN – Tempat-tempat prostitusi di Kabupaten Probolinggo sudah lama dibubarkan. Tetapi bisnis esek-esek itu rupanya masih marak. Terbukti, selama operasi pekat (penyakit masyarakat) semeru menjelang Ramadan 1442 Hijriyah yang dilakukan Polres Probolinggo, berhasil terjaring 22 pekerja seks komersial (PSK). Mereka diamankan dari warung remang-remang di wilayah hukum Polres Probolinggo.

Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan menjelaskan, sejumlah 22 PSK itu dicokot dalam operasi pekat semeru yang digelar sebelum bulan puasa. Dengan demikian, mereka tidak merusak suasana Ramadan dan meresahkan warga yang menjalankan ibadah puasa.

Menurut Kapolres, seluruh wanita penghibur itu diseret ke markas untuk dikenai tindak pidana ringan (tipiring). Tujuannya  agar ada efek jera bagi mereka dan tidak mengulangi perbuatan yang sama. “Kami beri mereka pembinaan juga agar tidak mengulang kelakuan nakal mereka,” ungkap AKBP Ferdy dalam rilis di markas Polres Probolinggo, Kamis (22/4).

Perwira kelahiran Medan itu menegaskan, pihaknya mendapati para wanita pemuas nafsu lelaki hidung belang itu dari sebuah warung remang- remang. Warung tersebut menjadi kamuflase bisnis esek-esek yang menjadi surga mereka mengais uang tak halal itu. “Mereka biasa mangkal di warung remang-remang dekat sawah,” katanya.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus menggalakkan patroli dan razia pekat tersebut. Sebab, aksi dan ulah para wanita penghibur itu sangat mengganggu dan meresahkan warga sekitar.

Selain itu, pihaknya akan menindak tegas bagi mereka yang masih membandel. Ulah mereka juga secara tidak langsung seperti menyebar penyakit di tengah masyarakat. Salah satunya HIV/AIDS. “Wanita seperti itu (PSK) rentan tertular HIV,” tegas Kapolres. (yek/iwy)


Bagikan Artikel