Hukum & Kriminal

Polisi Larang Penjualan Petasan


KRAKSAAN – Kembang api dan bulan Ramadan seolah sudah menjadi saudara kembar yang tak bisa dipisahkan. Oleh karenanya, Kepolisian Polres Probolinggo kerap melakukan patroli pada pedagang kembang api dan melarang keras adanya penjualan petasan atau mercon di wilayah hukumnya.

Kasat Sabhara Polres Probolinggo AKP Ahmad Jayadi menyampaikan, sejak bulan Ramadan, pihaknya mulai inten melakukan pemantauan dan imbauan pada para pedagang kembang api yang membeberkan lapaknya di bahu jalan.

Setiap pedagang yang diketahui menjual kembang api, kata Jayadi, selalu diperiksa seluruh daganannya. Khawatir mereka menjual petasan atau mercon secara ilegal. Jika diketahui ada petasan yang diselipkan pada lapak kembang api mereka, Kasat Jayadi tak segan-segan akan menyita barang tersebut.

“Namun, untuk saat ini kami masih belum menemukan adanya penjualan petasan oleh pedagang kembang api,” ungkap perwira asal Pulau Garam Madura itu usai memeriksa salah satu pedagang kembang api di Pasar Semampir Kraksaan, Kamis (22/4).

Ia menegaskan, kembang api yang dijual oleh para pedagang pun harus juga memenuhi syarat yang ditentukan. Di antaranya kembang api yang berdiameter 2 inci atau 5,08 cm. Jika menjual kembang api di atas itu harus mengantongi izin dari Mabes Polri.

Jayadi menegaskan, pihaknya akan terus menggalakkan patroli tersebut pada pedagang petasan yang bermunculan. Serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membeli petasan. Sebab, petasan itu sangat menggangu ketenangan warga sekitar dan membahayakan penyumutnya sendiri.

“Kami akan terus inten melakukan patroli peredaran petasan itu pada setiap pedagang kembang api. Bahkan jika ada nantinya ada yang diketahui menjual petasan atau kembang api ilegal akan diseret ke ranah hukum dan diproses sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya. (yek/awi)


Bagikan Artikel