Hukum & Kriminal

Penyanyi Dangdut Dilaporkan Perkosa Remaja, Gegara Gigit Leher dan Jari


PROBOLINGGO – Seorang penyanyi dangdut dilaporkan ke Polres Probolinggo Kota, terkait kasus pencabulan. Perempuan berinisial DP itu diduga telah memerkosa remaja laki-laki berinisial F-U (16).

DP mulanya dilaporkan ke polresta pada Sabtu (10/4) lalu, karena dianggap telah merusak masa depan korban. Dan kemarin (23/4) sekitar pukul 10.00, FU bersama ayahnya, S, mendatangi mapolresta untuk dimintai keterangan lanjutan. Sebelumnya, FU sudah dimintai keterangan seputar peristiwa yang dialami bersama DP.

Saat ditemui di kediamannya di Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, korban mengaku telah dicabuli sebanyak tiga kali, tiga hari berturut-turut. Tepatnya mulai Minggu (10/4) hingga Selasa (13/4) di tempat berbeda. “Tiga hari di tiga tempat,” aku FU sebelum ke mapolresta.

Rinciannya, kejadian pertama pada Minggu di rumah kontrakan DP di Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Hari kedua di sebuah rumah di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. Terakhir, di Perumahan Asabri, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. 

Korban, tidak tahu tempat tinggal DP yang pasti. Namun menurut pengakuan DP, rumah di Muneng akan ditempati setelah habis masa kontrakan rumahnya di Perum Asabri. “Kalau rumah di Ketapang, saya tdak tahu rumah siapa. Sekarang, menempati rumah Asabri. Kalau sudah habis masa kontraknya, akan pindah ke Muneng,” kata FU.

Perkenalan FU dengan DP bermula ketika bertemu di sebuah acara perkawinan di Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Kala itu, FU tengah ditugasi merekam video resepsi pernikahan tersebut. Di acara itu ada hiburan orkes dangdut, dengan DP sebagai salah satu penyanyinya. “Saya kerja shooting ikut teman,” tandas FU. 

Perkenalan itu kemudian berlanjut. DP yang berstatus janda beranak satu, mengajak FU  jalan dan makan bersama. Bahkan FU yang kini masih duduk di bangku kelas X di sebuah SMA, juga sering diajak ke salon. Pada Minggu (11/4), DP menghubungi FU melalui telepon. FU diminta datang ke rumah DP. Sejak itu FU tidak pulang sampai tiga hari.

“Saya disuruh beli minuman keras dan minum,” kata FU. Awalnya, FU menolak. Namun karena dipaksa, ia juga ikut menenggak miras hingga mabuk. Dalam kondisi mabuk itulah, korban diajak ke kamarnya untuk memuaskan nafsunya. Saat berhubungan layaknya suami-istri, bagian leher FU dan sekitarnya digigit hingga merah. “Saat gituan, leher dan jari tangan saya digigit hingga luka kecil,” jelas FU.

S, ayah FU, melaporkan perbuatan DP karena dianggap telah merusak masa depan anaknya. Putranya yang masih sekolah diajak berhubungan intim layaknya orang dewasa dengan cara dimabukkan terlebih dahulu. “Dia telah merusak masa depan anak saya. Kan masih sekolah,” katanya.

S berterus terang sempat kebingungan dan panik saat anaknya tiga hari tidak pulang. S telah mencari kemana-mana, namun FU tidak juga ditemukan. “Orang tua mana yang anaknya tidak pulang tiga hari tidak bingung,” katanya.

Kemarahan S semakin menjadi, tatkala leher dan di sekitar dada anaknya ada bekas gigitan. “Kan bajunya dibuka karena mau ganti baju. Saya lihat kok banyak merah-merah. Saya kira habis berantem. Enggak tahunya habis berhubungan dengan DP,” ujarnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono mengatakan  sudah menerima laporan kasus ini. Pihaknya sudah memintai keterangan korban, berikut orang tuanya. Dan saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mendalami kasus dugaan mesum tersebut. “Ya, kami tangani. Masih penyelidikan dan kita dalami,” katanya saat ditemui di mapolresta. (gus/iwy)


Bagikan Artikel