Hukum & Kriminal

Gagal Gandakan Uang, Dukun Anwar Habisi Janda Asembagus


KRAKSAAN – Terungkap sudah motif pembunuhan Juwariyah (48), janda dua anak asal Desa Asumbagus, Kraksaan, Kamis (15/4) lalu. Tersangka pelakunya telah ditangkap Sabtu (17/4) lalu, yaitu Muhammad Anwar (43), warga Desa Alassumur, Kraksaan. Nah, Muhammad Anwar tega membunuh Juwariyah setelah gagal menggandakan uang.

Kasus ini kemarin (20/4) dirilis oleh Polres Probolinggo di hadapan awak media. Tersangka Muhammad Anwar juga ditunjukkan kepada wartawan. Pria yang mengenakan seragam tahanan Polres Probolinggo itu tertunduk lesu.  

Kapolres AKBP Ferdy Irawan menjelaskan, tersangka pelaku kenal dengan korban dari kebiasaannya ngopi di Desa Asembagus. Dari perkenalan itu, korban curhat kepada pelaku tentang uang tabungan yang dikelolanya tidak kunjung kembali.

Pelaku kemudian mengaku sebagai seorang guru agama, sekaligus dukun yang bisa mengobati berbagai penyakit. Tidak cuma itu, pelaku juga mengaku mampu menggandakan uang.

Korban kepincut. Ia ingin uangnya digandakan agar masalah uang tabungannya bisa segera selesai. Mereka kemudian janjian bertemu pada Kamis (15/4) malam. Pelaku benar datang, lalu langsung beraksi di dalam kamar korban. Uang Rp 100 juta milik korban dirapal mantra, tetapi tidak kunjung berlipat ganda. Ritual itu diulang beberapa kali, tetapi masih saja gagal.

Karena gagal, pelaku pamit pulang. Tetapi ia dihadang Juwariyah yang mendesak agar uangnya bisa digandakan. Karena panik, Anwar akhirnya tega menghabisi Juwariyah. Perempuan itu dijerat dengan kerudung, lalu dipukuli hingga tak bernyawa. 

Setelah korban tewas, pelaku kabur dengan membawa uang dan HP milik korban. Tetapi kemudian perbuatan Anwar berhasil diungkap polisi. Anwar pun dicokok.

Anwar mengaku sangat menyesali perbuatannya. Menurutnya, pada malam kejadian tersebut, posisinya memang sudah sangat terdesak. Dia tidak tidak tahu harus berbuat apa. Sebab, saat itu ia gagal menuruti permintaan korban untuk menggandakan uang senilai Rp 104 juta yang prosesinya berada di dalam kamar pribadi korban.

Terlebih saat itu korban mengancam akan berteriak, agar warga dapat memergokinya ketika berada di dalam kamar pribadi korban. “Sungguh saya sangat menyesal dan siap bertanggung jawab,” kata Anwar lirih saat ditanya oleh Koran Pantura, Selasa (20/4).

Ia pun mengaku membunuh korban karena tak ingin menanggung malu terhadap warga Desa Asembagus. Terlebih ia sudah banyak mengenal warga desa setempat. Babkan ia mengaku warga Desa Asembagus orangnya baik-baik. “Memang sering ke sana (Asembagus, red). Di sana saya juga dipanggil abah,” paparnya.

Ketika sampai di rumahnya setelah kejadian, Anwar mengaku masih merasa khawatir terhadap perbuatannya itu. Karenanya, Anwar tidak berpikir untuk membelanjakan uang tersebut.

“Pulang lewat pintu belakang, karena saya awalnya memang masuk dari belakang. Motor juga saya parkit di dekat rumah korban, dan uangnya saya taruh di jok motor. Tapi saya tidak membelanjakan uang itu. Saya minta maaf, saya menyesal,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anwar berhasil ditangkap pada Sabtu (17/4) petang di rumah kontrakannya di Desa Jabungsisir, Kecamatan Paiton. (ay/iwy)


Bagikan Artikel