Hukum & Kriminal

Terduga Pembunuh Janda Asembagus Ditangkap, Sering Mengaku Dukun Pengganda Uang


KRAKSAAN – Satuan Reskrim Polres Probolinggo berhasil menangkap seorang pria yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Juhairiyah (49), janda dua anak di Desa Asembagus, Kraksaan, pada Sabtu (17/4) petang. Pelaku diketahui berinisial MA, warga yang tinggal di Desa Jabungsisir, Kecamatan Paiton.

Penangkapan terduga pelaku pembunuhan terhadap janda dua anak ini disampaikan oleh Kepala Desa Asembagus Ibang Ali Fansuri. “Sepertinya sudah tertangkap (pelaku pembunuhannya, red). Tetapi saya masih belum tahu persis. Rencananya, besok (hari ini, red) saya ke Polres,” katanya, Minggu (18/4).

Sementara itu, Sekretaris Desa Asembagus Rofi’i mengatakan, MA sama sekali tidak memiliki hubungan keluarga dengan korban. Namun, MA memang sering berada di desanya, dan mengaku sebagai dukun yang bisa saya menggandakan uang.

“Pernah saya tegur, karena kalau nongkrong di warung depan rumah kadang tidak wajar.  Mulai buka, baru pulang kalau sudah mau tutup,” terang Rofi’i.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Juhairiyah ditemukan mati di dalam kamarnya pada Jumat (16/4) dini hari. Ia diduga kuat menjadi korban pembunuhan. Sebab, pada lehernya ditemukan bekas cekikan. Selain itu, dari mulut dan telinganya mengeluarkan darah. Selain Juhairiyah kehilangan nyawa, uangnya senilai Rp 100 juta juga amblas.

Kasus ini terkuak dengan penangkapan terduga pelaku, yaitu MA. Tertangkapnya MA juga dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso. AKP Rizki mengatakan, MA berhasil ditangkap kurang dari dua kali 24 jam dari peristiwa tragis yang menghebohkan warga Desa Asembagus tersebut. “Iya betul, kemarin (Sabtu, red) sudah berhasil kami amankan,” kata perwira asal Surabaya tersebut.

Ia melanjutkan, MA tinggal di Desa Jabungsisir, Paiton. MA bersama istrinya tinggal di sebuah rumah kontrakan. Mereka sehari-harinya berjualan nasi.

Sedangkan penangkapannya juga merupakan hasil dari pengembangan keterangan saksi-saksi. Di mana pasca kejadian, pihaknya sudah memeriksa sedikitnya 4 orang saksi. “Empat orang saksi sudah kami periksa seetelah kejadian. Dan memang dari keempatnya ada yang kami curigai atau sebagai terduga pelaku,” paparnya.  Hal lain terkait motif, AKP Rizki masih enggan menjelaskan.  (ay/iwy)


Bagikan Artikel