Hukum & Kriminal

Tewas dengan 24 Bacokan, Dipicu Video Tik Tok


PROBOLINGGO – Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Minggu (11/4) mendadak mencekam. Itu setelah Novan Roni (39), seorang warga setempat, ditemukan tewas bersimbah darah sekitar pukul 17.00. Ironisnya, pembunuhan ini terjadi dengan latar asmara, dan dipicu video Tik Tok.

 Pria yang kerap disapa Roni tersebut tewas dengan luka bacok di leher, kepala dan beberapa bagian tubuh lainnya. Ditemukan sampai 24 bacokan yang bersarang di tubuh Roni.

Tak berapa lama, identitas pelaku pembacok Roni diketahui. Pelakunya berinisial AM, warga Desa Tempuran, Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo. Dia diamankan polisi sekitar satu jam setelah kejadian.  

Kasus ini kemarin (12/4) dirilis oleh Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono di hadapan media. Menurutnya, tersangka pelaku sudah diamankan di mapolrestas.

Dalam kasus ini, pelaku marah karena foto mesra mantan istrinya dengan korban  beredar di Tik Tok. Beberapa foto yang digabung dalam bentuk video tersebut diunggah akun @newhasanah8. Beberapa fotonya tertanggal 22/10/2020 dan diupload pukul 22.55. Unggahan video inilah yang bikin AM meluapkan emosinya kepada Novan Roni dengan sabetan tajam bertubi menggunakan celurit jenis nuridang.

            AKP Heri menyatakan, pihaknya telah mengamankan barang bukti, yaitu sepeda motor yang dikendarai korban dan sepasang sandal. Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan sebilah celurit nuridang di rumah pelaku di Desa Tempuran.

            Kasat Reskrim menegaskan, pelaku ditangkap di rumahnya, bukan menyerahkan diri. “Kami tangkap di rumahnya di Desa Tempuran. Bukan menyerahkan diri,” tandasnya.

            Terkait jumlah luka bacok, AKP Heri menyebut ada 24. Luka paling parah ada di leher dan lengan karena korban berusaha menangkis. “Untuk pelakunya satu orang dan sudah kami tahan. Kemungkinan bertambah, bisa saja terjadi,” tambahnya.

Polisi masih terus menyelidiki dan mendalami kasus ini. Selain memintai keterangan pelaku, polresta juga akan memintai keterangan sejumlah saksi. Atas perbuatannya, tersangka pelaku dijerat pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Soal motif pembunuhan, AKP Heri menyebut perselingkuhan. “Kasus perselingkuhannya berlangsung tiga tahun. Baik pelaku dan korban sama-sama bercerai dengan istri pertamanya. Saat ini mereka sudah kawin lagi dengan perempuan lain,” jelasnya.

Ceritanya, tersangka AM pada 2019 menikah dengan perempuan berinisial US. Namun, saat masih menjadi istri AM, ternyata US menjalin hubungan tidak sah dengan Novan Roni.

AM dan US kemudian bercerai. US hendak menikah dengan Novan Roni. Tetapi, pernikahan ini urung terjadi karena tidak disetujui pihak keluarga Novan Roni. Selanjutnya, Novan Roni menikah dengan perempuan lain. AM juga menikah dengan perempuan lain.

 US sebenarnya juga sudah menikah lagi. Tetapi tanpa diduga, ia mengunggah video Tik Tok berisi foto-foto mesranya dengan Novan Roni. Melihat video itu, AM menaruh dendam pada Novan Roni. Ia merasa Novan Roni adalah orang yang menghancurkan rumah tangganya dengan US.

Maka, begitu bertemu secara tak sengaja dengan Novan Roni pada Minggu sore itu, emosi AM langsung memuncak. Ia menyabetkan celuritnya berulang kali ke tubuh Novan Roni sampai jatuh tersungkur dan menghembuskan nafas terakhir.  (gus/iwy)


Bagikan Artikel