Hukum & Kriminal

Tiga Pegawai Kejari Kabupaten Probolinggo Diangkut Satgas 53 Kejagung


PROBOLINGGO – Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo sepi dan tertutup rapat, Rabu (7/4) siang. Pasalnya tiga pegawai Kejari setempat dicokok tim Satgas 53 Kejaksaan Agung (Kejagung) di ruang kerja masing-masing. Ketiganya langsung dibawa ke luar kantor.

Dari informasi yang dihimpun Koran Pantura, petugas dari Kejagung itu datang ke kantor kejari setempat sekitar pukul 10.00 WIB. Tak lama kemudian mereka langsung membawa tiga pegawai Kejari ke luar kantor. Ketiga pegawai itu adalah Kepala Seksi Intel, Kasubsi Intel, dan TU Kejari Kabupaten Probolinggo.

Koran Pantura berusaha mendatangi Kantor Kejari Kabupaten Probolinggo untuk wawancara. Namun langsung disambut oleh petugas keamanan yang berada di gerbang depan. Menurut petugas tersebut, tak ada orang di ruangan. Ia mengatakan bahwa para pejabat Kejari tengah mengikuti kegiatan di salah satu hotel di Bromo.

Koran Pantura tetap mencoba menerobos masuk ke dalam kantor. Ternyata sejumlah ruang kerja para kasi tertutup rapat. Para staf juga mengatakan mereka tengah mengikuti acara di luar kantor. “Lagi ada acara di luar semua,” ungkap salah satu staf yang stand by di kantor Kejari.

Kemudian, Koran Pantura mencoba menghubungi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Probolinggo Adhriansyah melalui sambungan telepon untuk konfirmasi perihal tiga bawahannya yang ditangkap Tim Satgas 53 itu. Akan tetapi, Adhriansyah menepis tudingan penangkapan itu. Menurutnya, ketiganya hanya diminta klarifikasi.

Adhriansyah tak menjawa secara gamblang. Tak lama setelahbya ia berdalih sinyal ponselnya putus-putus dan suara tak jelas.

“Bagaimana, Mas? Hallo, hallo. Sinyalnya putus-putus. Suaranya nggak jelas, Mas,” katanya. Lalu sambungan telepon itu pun terputus.

Ketika dihubungi untuk kali kedua, jawabannya masih tetap sama. Ia beralasan sinyal bermasalah dan suara tak jelas.

Tak cukup itu saja, Koran Pantura lantas menghubunginya lagi melalui pesan singkat WhatsApp. Kajari membalas agar Koran Pantura menghubungi pihak Humas Kejari. “Nanti dihubungi humas pak daniar saja, Mas,” jawabnya dalam pesan singkat.

Dalam pesan itu, Kajari mengaku juga tidak mengetahui pasti persoalan apa yang melilit ketiga anak buahnya. “Saya belum bisa berkomentar karena masalahnya apa masih diklarifikasi kita tunggu dulu lah,” katanya dalam pesan itu.

Usai konfirmasi, Koran Pantura akhirnya beranjak keluar dari kantor. Selepas keluar dari gerbang, pihak keamanan langsung menutup rapat gerbang kejaksaan tersebut. (yek/eem)


Bagikan Artikel