Hukum & Kriminal

Warga Tegalsiwalan Tipu Pengasuh Ponpes Setengah Miliar


 

LECES – Tim Gabungan Polsek Leces bersama Resmob Polres Grobogan Jawa Tengah membekuk S, seorang warga Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (28/3) sekira pukul 06.00. S ditangkap karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan. Modusnya adalah penggandaan uang. Penangkapan dilakukan di Jalan Raya Jorongan, Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Menurut Kanit Reskim Polsek Leces Aipda Eko Aprianto, pelaku yang berinisial S ditangkap berdasarkan laporan korban atas nama Siti Mukasanah (41). Warga Desa Karanglangu, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah ini ditipu dengan modus penggandaan uang.

“Pelaku S itu beralamatkan di Desa Banjarswah, Kecamatan Tegalsiwalan. Juga ditangkap 4 pelaku yang kami buru. Status mereka masih dirahasiakan untuk pengembangan kasus,” kata Aipda Apri, Minggu (28/3).

Aipda Apri memaparkan kronologi tindak kejahatan penipuan dan penggelapan dengan modus penggandaan uang oleh S kepada korban. Aksi penipuan ini dilakukan pada Senin (22/3/2021). Empat orang pria yang kini masih diburu polisi mendatangi pondok pesantren milik Siti Mukasanah di Jawa Tengah. Mereka menawarkan ritual penggandaan uang kepada korban dengan berbagai tipu daya.

“Dalam aksinya, empat orang ini menyebutkan bahwa ada seorang sesepuh yang mempunyai lmu penggandaan uang,” papar Aipda Apri.

Korban terpedaya. Ia berminat untuk menggandakan uangnya. Para pelaku menjelaskan, sesepuh dimaksud akan datang kepada korban. Selanjutnya korban diminta agar menyiapkan uang mahar senilai Rp 555.000.000. Pada hari itu juga, sekitar jam 16.00 WIB, datanglah sesepuh yang ternyata adalah S.

“Uang tersebut diserahkan kepada S dan dimasukkan ke dalam sebuah kresek. Mulai jam 18.00 sampai jam 22.00, S melakukan zikir. Kemudian pada pukul 23.00, S tersebut mengajak suami korban untuk berziarah ke makam Sunan Ampel Surabaya sambil membawa uang tersebut, sedangkan empat pelaku tetap berada di rumah korban,” bebernya.

Ketika telah sampai di makam Sunan Ampel, suami korban ditinggalkan di makam. Sedangkan S tersebut menghilang bersama dengan uang yang di bawa. Suami korban menelpon korban memberitahukan perihal tersebut dan ternyata keempat pelaku juga telah menghilang.

“Korban dan suami korban baru menyadari jika mereka telah menjadi korban penipuan. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 555.000.000,” terang Aipda Apri. (tm/eem)


Bagikan Artikel