Hukum & Kriminal

Pariyem Laporkan Majikannya ke Polresta


PROBOLINGGO – Kasus Pariyem (44), pembantu atau asisten rumah tangga pasangan suami istri Usman dan Menuk, masih berbuntut. Meski sempat berdamai pada Selasa (16/2) siang, tetapi pada malam harinya Pariyem melaporkan majikan perempuannya ke Polres Probolinggo Kota.

 Janda yang memiliki satu anak itu mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) Polres Probolinggo Kota, Selasa malam. Tetapi Pariyem tidak datang sendirian. Ia datang bersama putrinya yang berusia 10 tahun, dan anak tirinya, Chandra. Selain itu, Pariyem didampingi Ketua RT 4 – RW 1 Kelurahan Tisnonegaran Titik. 

Malam itu mereka bersama-sama berangkat dari rumah Chandra di Gg Priksan, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan. Usai melapor, Pariyem bersama anaknya dan Ketua RT Titik dibawa ke ruang penyidik untuk dimintai keterangan.

 Titik mengatakan bahwa warga terpaksa menempuh jalur hukum, karena Pariyem telah dianiaya dengan cara dipukul dan ditampar. Bahkan putri Pariyem juga pernah dipukul kepalanya hingga membekas.

Selain itu, tambah Titik, korban kelaparan karena tidak diberi makan. “Masak sampai ngais makanan di tempat sampah. Ada lho videonya. Warga yang merekam video,” ungkapnya malam itu.

Selain itu Titik mendengar informasi kalau Pariyem dituduh mencuri perhiasan emas dua kali oleh majikan perempuannya. “Saya dengar seperti itu. Yang pertama sudah tidak ada masalah, karena dikembalikan. Kalau yang kedua ini, saya tidak tahu. Apa sudah dikembalikan atau tidak,” ujarnya.  

Pariyem sebelumnya bekerja menjadi asisten rumah tangga pasutri Usman dan Menuk. Pasutri tersebut tinggal di rumah milik mantan calon walikota Probolinggo Dewi Ratih, di Jl Juanda, Tisnonegaran Kota Probolinggo.

Selama bekerja pada Usman dan Menuk, Pariyem mendapat perlakuan tidak baik. Gajinya tidak dibayarkan sejak 2014. Meskipun gaji Pariyem hanya Rp 300 ribu per bulan. Selain itu, Pariyem juga sering kelaparan. Lalu yang bikin warga geram ialah kebiasaan majikan perempuan melakukan kekerasan pada Pariyem dan putrinya.

Karena kelaparannya, Selasa pagi lalu Pariyem yang kelahiran Solo, kabur dari rumah tempatnya bekerja. Bersama putrinya, Pariyem kemudian mengais-ngais sampah di depan gerai PHD di mulut Jl Arif Rahman Hakim.

Kejadian itu disaksikan warga. Pariyem kemudian dibawa warga menemui pasutri Usman-Menuk untuk meminta pertanggung-jawaban. Pertemuan itu disebutkan berakhir damai. Gaji Pariyem dibayar, senilai Rp 12,6 juta.

Namun, pada Selasa malam, warga mengajak Pariyem melaporkan kasus ini ke kepolisian. Sebab, ada tindak penganiayaan yang dialami Pariyem. Bagi warga, kejadian ini harus tetap diproses hukum.   

Menurut Ketua RT Titik, dirinya dan warga selama ini tidak tahu kalau di rumah yang ditinggali pasutri Usman dan Menuk, ada Pariyem. Warga baru tahu saat menemukan Pariyem mencari makanan di bak sampah dekat PHD. “Tiga tahun korban di rumah Menuk, saya tidak tahu. Baru tahu setelah Pariyem diamankan warga,” jelasnya.

Memang lanjutnya, korban ikut Menuk mulai tahun 2014 sampai sekarang. Namun, sebelum tinggal di Jl Juanda, Pariyem ikut majikannya tinggal di Jalan Cokroaminoto. Baru tiga tahun terakhir ini pasutri Usman-Menuk pindah tinggal di rumah milik Dewi Ratih di Jl Juanda. 

“Kan rumah Bu Dewi Ratih yang ditempati Bu Menuk itu. Sebaiknya, Bu Menuk jangan menempati rumah itu lagi. Kan bukan rumahnya,” kata Titik.

Saat ditanya tentang surat pernyataan tidak akan menuntut, dengan tegas Titik mengatakan bahwa surat seperti itu tidak ada. Korban tidak pernah menandatangani surat yang dimaksud.

Hanya, kata Titik, korban menandatangani surat penyerahan gaji selama bekerja pada pasutri Menuk dan Usman. “Kalau tanda tangan tanda terima gaji, iya. Kalau surat pernyataan tidak menuntut, tidak pernah,” katanya. 

Sementara itu, Usman yang pada Selasa malam hadir di markas polresta, tidak mempermasalahkan jika istrinya dilaporkan oleh Pariyem. Yang penting, kata Usman, pihaknya sudah menemui dan meminta maaf kepada Pariyem, termasuk sudah menyerahkan seluruh gajinya. “Tapi kami masih akan menemui Pariyem. Akan bicara baik-baik,” katanya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta AKP Heri Sugiono menyatakan akan menindaklanjuti laporan korban. Pihaknya akan mendalami dan menyelidiki kasus yang sempat menghebohkan tersebut. “Laporan korban sudah kami terima. Dan korban langsung kami mintai keterangan. Tetap kami lidik kasus ini,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel