Hukum & Kriminal

Buang Sampah Siang Hari Bisa Dipidana


KRAKSAAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo kini mulai memberlakukan jam pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Hal tersebut dilakukan untuk melakukan pemeliharaan kebersihan TPS.

Kepala DLH setempat Dwijoko Nurjayadi mengatakan, pihaknya telah memasang papan pengumuman terkait hal itu di TPS. Tujuannya agar warga dapat segera mengetahui peraturan tersebut. Dengan adanya jam operasional pembuangan sampah, praktis warga tidak lagi diperbolehkan membuang sampah pada siang hari.

“Kami larang untung membuang sampah pada jam 7 pagi sampai jam 3 sore. Jadi, yang boleh itu dari pukul 3 sore sampai jam 7 keesokan harinya,” katanya, Senin (15/2).

Peraturan tersebut bermaksud mengatur tumpukan sampah yang ada di TPS. Sebab, selama ini, proses pengangkutan sampah yang dilakukan seakan kurang efektif. Terutama karena tidak adanya pembatasan jam pembuangan sampah.

“Semisal di TPS Semampir. Ketika kami angkut dan sudah bersih, tidak sampai 1 jam ada yang buang lagi. Jadi, seperti kami itu kerja (angkut sampah, red) tidak habis-habis. Kalau ada jam pembuangan pada malam hari, kan enak, paginya bisa langsung kami ambil,” paparnya.

Ia menegaskan, warga yang melanggar peraturan tersebut akan dikenakan sanksi administrasi. Bahkan bisa terkena sanksi pidana jika yang bersangkutan tidak kunjung mengindahkan peraturan tersebut.

“Mulai dari sanksi administrasi sampai sanksi tipiring (tindak pidana ringan, red). Karena ini sudah diatur dalam Perda Kabupaten Probolinggo No 3 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah,” ungkapnya.

Selain hal tersebut, Joko berharap warga tetap melakukan pembuangan sampah ke dalam TPS. Sehingga jalan yang berada di depan TPS bisa tetap terjaga dari tumpukan sampah.

“Terlebih saat ini masiih musim hujan. Kami harap sampahnya benar-benar dibuang ke TPS agar terlindungi dari hujan dan tidak terbawa arus air hujan,” harapnya. (ay/eem)


Bagikan Artikel