Hukum & Kriminal

Edarkan Pil Koplo, Buruh Tani Krampilan Dicokok Polisi


BESUK – Santoso (50), warga Desa Krampilan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo sejak Selasa (9/2) malam telah menjadi tahanan Polres Probolinggo. Ia ditangkap anggota Polsek Besuk karena diduga mengedarkan obat-obatan terlarang tanpa izin.

Dari informasi Koran Pantura, Santoso dibekuk di pinggir jalan di depan rumah orang tuanya di Desa Gebangan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Ratusan butir pil Dextrometrophan dan Tryhexypenidly juga berhasil disita petugas dari tangan Santoso.

Kasubag Humas Polres Probolinggo Bripka Mukhtar mengatakan, penangkapan tersangka bermula ketika pihaknya menerima laporan masyarakat. Laporan tersebut menyatakan bahwa ada pengedar pil koplo yang kerap beraksi dan meresahkan masyarakat.

“Berdasar laporan tersebut, kami tindaklanjuti dengan mengintai gerak-geriknya. Setelah itu, pelaku kami amankan. Waktu itu dia tidak membawa pil koplo. Kemudian langsung kami ke rumah pelaku di Kecamatan Besuk,” kata Mukhtar, kemarin.

Petugas menggeledah isi rumah dan menemukan 1 paket pil Tryhexypenidly sebanyak 88 butir. Ada juga 320 butir pil Dextrometrophan yang ditemukan. Selanjutnya, Santoso dan barang bukti tersebut dibawa ke Polres Probolinggo.

“Sudah, sudah kami amankan di Polres beserta barang buktinya. Saat ini dalam proses pemeriksaan untuk mencari tahu dari mana dia mendapatkan barang tersebut dan diedarkan di mana saja,” kata Bripka Mukhtar.

Akibat perbuatannya, Santoso yang bekerja sebagai buruh tani ini dijerat Pasal 197 sub 196 UU RI 36/2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku tidak mengedarkan barang terlarang tersebut di sekitar Kecamatan Besuk. Tapi di dua kecamatan berbeda. Yaitu di Kraksaan dan Krejengan,” ungkap Bripka Mukhtar. (yek/eem)


Bagikan Artikel