Hukum & Kriminal

Mantan Wawali Probolinggo Bayar Uang Pengganti Rp 775 Juta


PROBOLINGGO – Terpidana kasus korupsi pembangunan Gedung Islamic Center (saat ini menjadi Mal Pelayanan Publik) Kota Probolinggo, yaitu mantan Wawali HM Suhadak, membayar uang pengganti dalam kasusnya. Melalui istrinya, Devi Rince Metavolis, Senin (01/2), Suhadak membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp 775 juta.

Devi Rince datang ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo di Jl Mastrip sekitar pukul 10.00. Ia menyerahkan uang pengganti senilai Rp 775 juta, dan diterima langsung oleh Kepala Kejari Yeni Puspita.

Uang yang diserahkan Devi Rince tepatnya senilai Rp 775.446.730,75. Acara Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Uang Pengganti Mantan Wawali Suhadak ini disaksikan Walikota Hadi Zainal Abidin didampingi Sekda drg Ninik Ira Wibawati.

Kajari Yeni Puspita mengatakan, terpidana Suhadak melalui istrinya, telah menyerahkan uang pengganti sebesar Rp 775 juta. Uang tersebut sebagai pengganti kerugian negara yang dikorupsi oleh terpidana. “Ya, itu besaran kerugian negara. Hasil hitungan ahli,” katanya.

Menurut Yeni, dalam putusan kasasi Mahkamah Agung (MA), Suhadak diwajibkan mengembalikan kerugian uang negara sebesar Rp 775 juta. “Kalau tidak mengembalikan, kami akan menelusuri asset milik terpidana,” ucapnya.

Jika ditemukan, maka akan dieksekusi oleh kejaksaaan. Aset tersebut akan dilelang dan hasilnya akan disetor ke kas negara. Namun, jika Suhadak tidak memiliki aset, sehingga tidak mampu membayar uang pengganti, hukuman penjaranya akan ditambah 2 tahun. “Kalau tidak mengganti, ya hukuman subsider 2 tahun,” tandasnya.

Selain divonis membayar uang pengganti, Suhadak juga divonis membayar denda sebesar Rp 200 juta. Jika yang bersangkutan tidak membayar, harus menjalani hukuman subsider 6 bulan. “Untuk uang denda, Suhadak belum membayar,” lanjut Kajari Yeni tanpa menyebut batasan waktu pembayaran denda.

Dijelaskan, Suhadak oleh MA divonis hukuman 5 tahun penjara, mengganti kerugian negara Rp 775 juta dan denda Rp 200 juta. Mantan walikota di periode kepemimpinan Walikota Hj Rukmini ini dinyatakan terbukti korupsi Dana Alokasi Umum (DAU) Proyek Pembangunan Gedung Islamic Center (GIC) tahun 2012. GIC berlokasi di Jalan Basuki Rahmad, dan kini menjadi Mal Pelayanan Publik.

“Dalam korupsi itu ada tiga hukuman, yakni hukuman pokok, hukuman uang pengganti dan hukuman denda. Kalau uang pengganti dan denda dibayar, ya hanya menjalani hukuman pokok saja,” tambah Kajari.

Dikatakan, saat ini Suhadak belum menjalani putusan MA tersebut. Suhadak masih menjalani hukuman di Lapas kelas II Probolinggo dalam perkara korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan tahun 2009 terkait pengadaan mebeler.

Istri Suhadak, Devi Rince Metavolis juga menyebutkan bahwa suaminya belum menjalani putusan MA dalam perkara korupsi GIC. “Masih menjalani kasus sebelumnya. Sudah menjalani tiga tahun,” katanya.

Sebelum meninggalkan kantor Kejari, Devi mengaku belum bisa memastikan kapan akan membayar uang denda. “Uang pengganti yang kami bayar. Kalau denda, belum,” ujarnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel