Hukum & Kriminal

Pembunuh Istri Sirri Ternyata Pengangguran, Sering Berulah dan Suka Memukul


PROBOLINGGO – Nurul Fadilah (25) kini sudah tiada. Perempuan satu-satunya dari empat bersaudara ini meninggalkan banyak kenangan. Orang tua dan kakak-kakaknya tidak pernah menyangka  kalau Nurul Farida bakal secepat ini berpulang untuk selamanya. 

Suasana duka menyelimuti sebuah rumah di RT 1 – RW 1, Jalan Kyai Sekar, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, kemarin. Rumah itu ditinggali Muwaji (70). Sejumlah orang kemarin datang untuk bertakziah atas meninggalnya Nurul Fadilah.

Nurul Fadilah meninggal dunia setelah dibunuh oleh suami sirrinya, Syahrizal, Rabu (20/1) sore. Dalam kasus ini, Syahrizal sudah mendekam dalam tahanan polresta. Sedangkan jasad Nurul Fadillah sampai Kamis (21/1) siang masih diotopsi oleh tim DVI Polda Jatim di RSUD dr Moh. Saleh.

Di antara para tamu siang itu tampak kakak sulung korban, Totok Pitono. Ia ditemani istri dan anak kecilnya. Mereka duduk di atas tikar di teras depan. Totok menyambut kedatangan beberapa wartawan.

Tak lama kemudian, Muwaji, bapak korban, tampak membawa keluar cucunya, yang tak lain adalah putra Nurul dari suami pertama. Setelah itu ia ikut ngobrol dan sesekali menjawab pertanyaan wartawan.

Sementara, Totok Pitono yang tinggal di Kelurahan Jrebeng, Kecamatan Kedopok,  menceritakan kajadian yang menimpa adik bungsunya. Tepatnya mulai Nurul berhubungan dengan Syharizal, hingga menghembukan nafas terakhirnya.

April tahun lalu (2020) Nurul yang sudah hidup menyendiri setelah bercerai dengan Inung, suami pertamanya, kenal dengan Syahrizal. Sosmed facebook menjadi media perkenalan Nurul dengan Syahrizal. “Syahrizal datang duluan. Beberapa hari kemudian, orang tuanya ke sini, melamar Nurul,” kata Totok.

Setelah itu keduanya akan dinikahkan, namun batal. Penyebabnya, acara pernikahan tidak diizini lantaran masih pandemi Covid-19. Tak ingin menanggung dosa karena hidup serumah, Nurul dan Syahrizal pada bulan puasa tahun kemarin dinikahkan secara sirri. “Syahrizal ngaku bekerja di perusahaan batubara di Riau. Selama di sini tidak kerja. Kalau Nurul, bisnis jual online,” ujar Totok.

Meski pengangguran, Nurul sempat membelikan sepeda motor Vixion untuk suami sirrinya itu seharga Rp 10 juta. Duitnya hasil patungan Nurul Rp 9 juta  dan Rp 1 juta uang Syahrizal. Dalam mengarungi bahtera kehidupan, keduanya kerap berselisih hingga terlibat pertengkaran, bahkan sampai kekerasan dalam rumah tangga. “Adik saya sering dipukul,” tambahnya.

Pokoknya, kata Totok, adik iparnya tersebut sering bikin ulah. Sampai-sampai ibunya terbebani pikiran  melihat rumah tangga Nurul tidak harmonis. “Ibu saya, ya ibunya Nurul, meninggal pada 2 November 2020. Sakit akibat memikirkan Nurul dan suaminya,” tambah Totok.

Ditambahkan, selama tinggal di rumah mertuanya, Syahrizal tidak pernah memberi nafkah kepada istrinya. Seluruh biaya keluarga ditanggung Nurul dari hasil jualan kosmetik secara online. “Syarizal sempat pergi membawa BPKB sepeda motor. Sama Nurul ditelepon dan diancam akan dilaporkan ke polisi. Mungkin karena takut, ia datang dan BPKB berikut STNK-nya diserahkan,” jelasnya.

Saat menyerahkan BPKB-nya Senin lalu, Syahrizal datang malam dan tidak dibukakan pintu oleh istrinya. Nurul sudah tidak mau menemui suaminya. Yang membukakan pintu saat itu adalah bapaknya Nurul, ditemani Adik lelaki Totok. “Takut ada apa-apa dengan Nurul dan Bapak. Jadi adik saya suruh menemani,” sambungnya.

Sejak Senin lalu itu Syahrizal tidak lagi tinggal bersama Nurul. Totok mengaku tidak tahu tinggal di mana adik iparnya tersebut. Karena itu, Totok heran mendengar kabar kalau adiknya sebelum meninggal, tinggal sekamar di rumah kos. Padahal, adiknya tidak pernah ke mana-mana, apalagi ia sudah tidak akur dengan suami sirrinya. “Adik saya keluar kalau mengantar barang ke pembeli. Setelah itu, pulang,” lanjutnya.

Sebelum meninggal, Nurul pada Rabu (20/1) lalu sekitar pukul 16.00 keluar rumah mengendarai motor matik Beat. Alasannya dia mau mengantar bedak kepada pembeli yang menelepon sebelumnya.

Rabu petang itu Totok mendengar kalau Nurul meninggal akibat dibunuh suami sirinya. Pukul 21.15 WIB, bapak saya dapat telepon diminta datang ke mapolresta. “Awalnya tidak tahu ada apa. Terus adik saya dengar kalau Nurul meninggal. Semuanya ke RSUD, hanya saya yang tidak kesana,” kata Totok.

Pada Rabu petang itu Nurul ditemukan meninggal di sebuah kamar kos di Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Dari hasil olah TKP, perempuan beranak satu itu tewas akibat cekikan pada lehernya. Tak lama kemudian, suami sirri Nurul yaitu Sahrizal, menyerahkan diri ke Polres Probolinggo Kota. (gus/iwy)


Bagikan Artikel