Hukum & Kriminal

Divonis Korupsi 9 Tahun Lalu, Kades Curah Temu Akhirnya Dieksekusi


KRAKSAAN – Setelah sempat mengambang beberapa tahun, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo akhirnya mengeksekusi vonis penjara Kepala Desa (Kades) Curah Temu Kecamatan Kotaanyar  Ismail, Selasa (19/1). Kades dua periode itu diamankan di kediamannya tanpa perlawanan.

Kepala Kejari Kabupaten Probolinggo Adhryansah menjelaskan, Kades Ismail sudah divonis oleh hakim pada tahun 2012 lalu. Kades tersebut dijerat kurungan penjara 1 tahun 2 bulan dengan denda Rp 50 juta atau subsider 1 bulan kurungan.

Kades Ismail, lanjut Kajari, terbukti melakukan tindak pidana korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2008 senilai Rp 42 juta tahap II dan senilai Rp 68 juta tahap III. Karena ulahnya itu, Kades Ismail harus mengganti kerugian negara sebesar Rp 13.848.330.

“Jika tidak membayar kerugian negara itu, maka jaksa berhak untuk menyita barang-barang berharga milik terdakwa senilai kerugian tersebut. Sebagai pengganti kerugian negara yang wajib dibayar terdakwa,” ungkap Kajari.

Terkait lamanya jarak putusan dan eksekusi itu, Kajari Adhryansah menjelaskan secara gamblang. Sebab dirinya baru menjabat di Kejari Kebupaten Probolinggo enam bulan lalu. Akan tetapi, sejak adanya laporan eksekusi itu, pihaknya langsung menindaklanjuti.

Namun, sebelum eksekusi itu pihaknya mengkaji terlebih dahulu putusan hakim yang telah terbit 2012 lalu. Agar tak terjadi kesalahan sedikitpun. Setelah kiranya dinyatakan sempurna, eksekusi itu pun dilakukan.

“Awal tahun ini kami eksekusi Kades Ismail. Karena kami melihat hasil putusan itu ada yang belum dieksekusi. Kami sempat kaget, kemudian kami putuskan dan kemarin langsung dieksekusi,” tuturnya.

Ia menegaskan, pihaknya tak akan bermain-main dengan oknum yang menyelewengkan anggaran negara. Apalagi sampai terbukti tindak kerugian negara, pihaknya akan memproses oknum tersebut secara hukum. “Kami akan usut tuntas kasus korupsi itu hingga tuntas,” tandasnya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel