Hukum & Kriminal

Setahun, Tangani 35 Kasus Seksualitas


PROBOLINGGO – Kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak di Kabupaten Probolinggo masih patut jadi keprihatinan. Selama 2020, sampai ada 35 kasus kekerasan seksual yang ditangani Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo.

Sepanjang tahun 2020, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo menangani 35 kasus kekerasan seksual perempuan dan anak. Dari sekian kasus itu didominasi oleh persetubuhan anak di bawah umur.

Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Ahmad Arif menyampaikan, kasus pelecehan seksual yang menjadikan perempuan dan anak sebagai korban, sangat tidak manusiawi. Bahkan dari sekian kasus itu, 25 persen diantaranya disumbangkan dari kasus persetubuhan.

“Korbannya banyak dari perempuan di bawah umur. Kejadian itu selalu bermuara dari rayuan dan ancaman yang dilakukan oleh tersangka,” ungkap Arif, Selasa (19/1).

Ia menyampaikan, pihaknya selalu memberikan pendampingan pada seluruh korban maupun tersangka yang dari kalangan perempuan dan anak. Namun pendampingan itu banyak dilakukan pada bidang psikologi sosialnya saja.

“Kami juga memberikan pendampingan berupa advokasi tapi tidak mendominasi. Hanya beberapa saja,” ungkap pria asal Jabung Sisir Kecamatan Paiton itu.

Untuk korban dari persetubuhan yang mengalami permasalahan mental, kata Arif, dibina bersama tim psikolog. Pihaknya telah bermitra dengan yayasan LKSA setempat.

Untuk bisa menyembuhkan korban trauma mental akibat persetubuhan itu, pihaknya membutuhkan waktu 4-6 bulan. Hingga saat ini, sebagian sudah ada yang pulih. Sebagian lain masih dalam tahap rehabilitasi.

“Yang menjadi trauma berat bagi korban itu banyak dilatari oleh rayuan dan ancaman tersangka. Kemudian dicekoki minuman keras hingga akhirnya disetubuhi. Rata-rata tersangka masih memiliki hubungan dengan korban,” tutur pria berkacamata itu. (yek/iwy)


Bagikan Artikel