Hukum & Kriminal

Diduga Perkosa Keponakan hingga Hamil, Tersangka: Saya Mandul


PROBOLINGGO – Polres Probolinggo telah menetapkan S, seorang oknum staf kecamatan Sumber sebagai tersangka kasus dugaan pemerkosaan terhadap keponakannya sendiri, Mawar. Namun, oknum berstatus PNS itu membantah segala tuduhan terhadap dirinya. Bahkan S mengaku mandul dan minta dilakukan tes DNA.

Hasmoko yang bertindak sebagai pengacara tersangka S, membantah jika kliennya melarikan diri pasca dilaporkan keluarga Mawar ke SPKT Polres Probolinggo. S hanya menyelamatkan diri dari amukan warga setempat. “Rumahnya rusak akibat diserang warga, bukan melarikan diri. Dia tinggal di rumahnya yang ada di Kota Probolinggo,” ujarnya, Senin (11/1).

Pengacara senior itu juga menegaskan jika kliennya tidak pernah menyetubuhi, apalagi sampai menghamili. Sebab, puluhan tahun berkeluarga, kliennya tidak memiliki keturunan. “Klien kami mandul. Dulu sempat dilakukan pemeriksaan kesehatan. Ternyata cairan sperma klien kami mengalami gangguan,” tegasnya.

Karenanya, kata Hasmoko, pihaknya akan mengajukan permintaan tes DNA ke Polres Probolinggo sebagai pembuktian. Hal itu untuk membuktikan bahwa bayi dalam kandungan Mawar itu, adalah hasil perbuatan kliennya atau bukan. Tes DNA itu diusulkan untuk dilakukan setelah bayi dalam kandungan itu dilahirkan.

“Itu cara paling tepat untuk membuktikan apakah klien kami bersalah atau tidak. Apalagi sejak dua tahun terakhir, klien kami ini tidak lagi bisa hidup alat kelelakiannya. Jadi, tidak mungkin klien kami menghamili korban,” ujarnya.

Meski menjadi tersangka, S yang sehari-hari berdinas sebagai staf Kecamatan Sumber tidak ditahan. Fakta itu, membuat keluarga Mawar mendesak agar S segera ditahan. Ditambah kondisi kandungan Mawar semakin membesar.

“Sekarang anak saya sudah hamil 8 bulan dan harus menanggung perbuatan dari dia (S). Kami dari keluarga ingin ia segera ditahan dan diproses hukum,” desak ST, ayah Mawar.

Ia membantah jika S mandul, meski menegaskan jika tersangka memang tidak punya anak. ST menyebut menurutnya, oknum ASN Kecamatan Sumber itu bukannya tidak bisa punya anak. “Istri pertama dia pernah hamil. Hanya saja, saat kehamilannya berusia 6 bulan, istrinya keguguran. Jadi tidak benar kalau dia (S) itu mandul,” ucapnya membantah klaim pengacara S.

Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Rizky Santoso masih enggan berkomentar saat dimintai tanggapan tentang pengakuan S. Bahwa dirinya mandul dan impoten sejak dua tahun terakhir. Penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti terkait hal itu.

“Saat ini yang masih bisa kami sampaikan bahwa status dari S adalah tersangka. Selebihnya tunggu saja hasil pemeriksaan lanjutannya mengingat kami masih baru melakukan pemanggilan pertamanya,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa tak terpuji itu bermula ketika pihak keluarga menitipkan Mawar yang masih berusia 14 tahun tersebut ke S yang merupakan pakdenya. Keputusan orang tua Mawar menitipkan ke S lebih karena ingin permudah antar jemput ke sekolah. Sebab lembaga pendidikan Mawar dekat dengan tempat kerja S di kecamatan.

Kepercayaan orang tua Mawar ternyata dimanfaatkan oleh pelaku untuk mencabuli ponakannya itu. Aib terkuak ketika korban menunjukkan perubahan sikap dan sering mual. Namun, ketika ditanya perihal perubahan itu, Mawar lebih memilih bungkam.

Keluarga kemudian memeriksakan ke bidan desa setempat, hingga diketahui positif hamil. Setelah didesak oleh orang tua korban, ternyata pelakunya tak lain adalah pakdenya sendiri. (tm/iwy)


Bagikan Artikel